Cara cerdas sejukan ruang

Majalah Idea - Edisi 165
16 Februari 2017

Majalah Idea - Edisi 165

Karena panas jadi malas beraktivitas, tidak bisa tidur, dan bahkan gampang terpancing emosi? Perangkat pendingin ruang bisa menjadi solusi. / Foto : Jou Endhy Pesuarissa

Idea
Tinggal di negara tropis, kita memiliki cahaya matahari yang berlimpah, demikian pun dengan hujannya. Akan mendatangkan keuntungan, jika bisa optimal memanfaatkannya. Contohnya, kita bisa berhemat listrik karena cahaya matahari bisa jadi penerang alami di siang hari sehingga tak perlu menyalakan lampu.

Turunnya hujan yang disertai angin, jika dimanfaatkan dengan benar tentu bisa menyejukkan rumah.

Namun kenyataannya, tak banyak orang merasa mengecap keuntungan dengan iklim tropis ini. Justru panas dan gerah yang sering dirasakan singgah di rumah mereka. Panas, karena paparan matahari yang seakan menembus ke dalam rumah dari segala sisi (atap, dinding, dan bahkan lantai). Gerah, karena udara atau angin yang segar itu seakan berubah jadi uap panas dan memenuhi seluruh ruang di dalam rumah. Jika keduanya (panas dan gerah) menyatu, akan menjadikan siapa pun yang ada di dalam rumah seperti terpanggang.

Ren Katili, arsitek dari Arsitektropis mengungkapkan upaya menghindari rasa panas di dalam rumah dapat ditempuh, antara lain dengan membuat sistem pengudaraan yang baik dan terencana.

Namun, realitanya, zaman sekarang sudah sulit menemukan rumah— utamanya di daerah perkotaan—yang dibangun dengan menggunakan ventilasi alami yang memadai. Keadaan ini mendorong digunakannya AC.

Majalah Idea dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI