Aksen warna mencerahkan

Majalah Idea - Edisi 165
16 Februari 2017

Majalah Idea - Edisi 165

Focal point diciptakan dengan menghadirkan warna kontras mendampingi dominannya putih.

Idea
Warna kuning menjadi aksen di dapur putih ini. Kecermatan dalam memilih warna yang diaplikasikan sebagai aksen, penempatan, dan proporsi (seberapa besar aksen diaplikasikan) menjadi kunci sukses pengaplikasiannya.

Takut mengaplikasikan warna putih di dapur? Mungkin, Anda tak sendiri. Ada banyak yang lain punya perasaan yang sama. Takut kotor, menjadi alasan utama sebagian besar orang. Namun, banyak juga yang justru memilih putih untuk dapurnya. Terkesan elegan, dapur terlihat lebih lapang, dan selalu terlihat bersih. Itu alasannya.

Pasangan muda pemilik dapur ini, adalah salah satu yang menerapkan putih di dapurnya, bahkan di seluruh bagian rumahnya. Terkesan monoton dan pucat? Tentu ada solusinya. Desainer mereka mengakali dengan memberi aksen warna.

Warna yang dipilih untuk aksen adalah warna kuning. Karena berupa aksen maka pengaplikasiannya pun hanya pada sebagian kecil dari dinding dan furnitur, yaitu di kabinet atas. Kecerahan warna kuning yang dipilih terlihat kontras dengan latar putih pada dinding dapur sehingga mampu mencuri perhatian dan menjadi focal point di ruang ini.

Untuk mengurangi kemonotonan dan kesan pucat, aneka warna dihadirkan pada peralatan dapur. Dengan ambalan bertingkat di salah satu dinding, peralatan dapur disusun sedemikian rupa sehingga menghasilkan harmoni yang indah.

Tidak jauh dari dapur, diletakkan ruang makan. Dengan konsep desain yang sama, ruang makan hadir simpel.

Suasana tenang diutamakan di sini demi intimnya acara santap bersama sehingga ruangan pun dibuat sepi dari dekorasi dan aksesori. Aksen warna cokelat dihadirkan melalui parket dari kayu ek dan kursi makan. Hadirnya cokelat dari unsur kayu memberi sentuhan hangat dan berperan sebagai aksen pemberi rona di ruang yang dominan putih ini.

Majalah Idea dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI