Cantiknya dinding putih

Majalah Idea - Edisi 166
6 Maret 2017

Majalah Idea - Edisi 166

Selain terkesan bersih, putih sering dikonotasikan dengan polos dan pucat. Kreativitas desain dapat mengubah kesan ini. / Foto : Adeline Krisanti

Idea
Pemilik rumah percaya diri membalut bidang vertikal pada huniannya dengan warna putih.

Meski, hampir sebagian besar elemen (baik itu lantai, plafon, dan fur nitur) juga tampil putih. Lantas, bagaimana caranya agar putih pada bidang vertikal yang melatarbelakangi semua objek tetap dapat mencuri perhatian, dan tidak menimbulkan kemonotonan pada ruang? Kuncinya adalah pada pemberian aksen. Di sini aksen diciptakan pada sebagian dinding dengan berbagai cara. Di antaranya adalah dengan menggunakan material pengganti dinding (bukan tembok) atau mengaplikasikan pelapis di permukaan dinding tembok yang ada. Tidak semua bagian tembok beton diperlakukan sama seperti ini, namun dipilih beberapa area agar lebih menarik dan memberi kesan kejutan.

Hasilnya, meski tampil sama-sama putih dengan elemen lain seperti plafon, dinding, dan beberapa furnitur, area yang beraksen ini tampil kuat sebagai focal point. Ini contohnya! .

Ingin menerapkan ekspos material pada salah satu bagian rumah, Nanda Purnama, sang pemilik rumah tak mau disibukkan saat merawatnya. Sebagai solusinya, material pengganti yang digunakan. Keramik dinding bermotif bata pilihannya. Hasilnya, secara visual memberi kesan bata yang diekspos.

Namun, karena ini sebenarnya keramik maka perawatannya sangat mudah.

Kesan atraktif tercipta dengan pengaplikasian keramik dinding bermotif bata ini. Pemilihan warna putih untuk keramik memang disengaja agar ruang keluarga tetap senada dengan ruang lainnya yang memang didominasi warna bersih ini.

Majalah Idea dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI