Taman terbang dalam bangunan

Majalah Idea - Edisi 171
9 Agustus 2017

Majalah Idea - Edisi 171

Pagar taman mengaplikasikan kayu bangkirai yang disusun berjajar horizontal seperti halnya pada secondary skin. / Foto : tim idea

Idea
Berawal dari permasalahan umum yang terjadi pada rumah yang menghadap ke barat, arsitek mencoba mengeksplorasi fasad menjadi area yang siap menyiasati panas matahari sore. Pengolahan desain dilakukan dengan membuat overstek lantai 2 yang cukup panjang. Hal ini membuat ruang utama di lantai 1 tidak tersentuh oleh panas matahari. Panas hanya akan sampai dan terhenti pada area ruang tamu informal. Karenanya, agar tetap memberi kenyamanan pada penghuni rumah, ruang tamu ini dilengkapi kolam dan taman sebagai pendingin ruang.

Massa bangunan lantai 2 dimiringkan agar tidak bertabrakan tegak lurus dengan panas matahari sore. Kisi-kisi kayu berperan sebagai secondary skin, peredam dan penghalau panas. Di balik secondary skin ini dibuat bukaan berupa jendela kamar untuk mereduksi panas yang masuk.

Taman terbang—taman yang dibuat seolah melayang—berperan sebagai mahkota utama rumah ini. Taman ini memiliki beragam fungsi dan membuat rumah ini terasa indah dan lebih sejuk. Selain berfungsi sebagai penghalau panas dan elemen utama fasad bangunan, taman ini memberi pemandangan yang indah bagi 3 ruangan yang ada di lantai 2, yaitu kamar utama, koridor, dan kamar anak. Taman ini juga menjadi balkon taman yang privat bagi kamar utama.

Majalah Idea dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI