Suasana desa di tengah kota

Majalah Idea - Edisi 173
24 Oktober 2017

Majalah Idea - Edisi 173

Area teras di samping rumah ini adalah ruang favorit pemilik rumah. Dari tempat ini sejauh mata memandang akan terlihat pepohonan hijau yang segar. / Foto : Richard Salampessy

Idea
Ada perbedaan suasana yang kontras yang iDEA rasakan saat berkunjung ke rumah ini. Di luar, tak lebih dari 3 meter kami menemukan gerbang masuk utama rumah ini, suasana semrawut, panas, bising, kami temui. kendaraan hilir mudik membawa pengendaranya menjalani aktivitas mereka. Tak hanya suara berisik yang terdengar tetapi juga debu pun beterbangan seiring lewatnya satu kendaraan yang disusul kendaraan lainnya.

Hal yang sangat kontras terjadi saat kami memasuki pintu gerbang dan berada di halaman rumah ini. Hary subastian dan eka, pasangan suami istri-pemilik rumah ini, menyuguhkan suasana yang sangat berbeda pada rumah mereka. Jalan setapak dan pepohonan hijau ada di setiap sudut halaman rumah. segala macam bebatuan pun melengkapi pemandangan yang tersaji.

Ditambah adanya beberapa material kayu yang hadir dalam rupa-rupa fasilitas yang ada di rumah ini. Udara bersih dan segar, ketenangan alami layaknya suasana di desa segera menyelimuti kami. kicauan burung dan aktivitas mereka bermain dari dahan pohon satu ke pohon lainnya sesekali terdengar. sangat alami. Bahkan menurut eka, tak jarang ia menyaksikan bajing berlari-lari dari satu pohon ke pohon lain.

Atraksi kelelawar beterbangan di sore hari. Mencium harumnya wangi pandan dari musang yang lewat di malam hari. “itu merupakan kebahagiaan tersendiri bagi kami yang belum tentu dapat dirasakan oleh semua orang,” ujar eka. Tapi memang harus ada “harga” yang dibayar untuk tetap selalu menikmati suasana ini. Menjaga keasrian rumah dan halamannya. Ada waktu dan tenaga ekstra yang dicurahkan untuk ini semua.

Majalah Idea dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI