Menciptakan dialog antar ruang

Majalah Idea - Edisi 177
5 Februari 2018

Majalah Idea - Edisi 177

Berkat renovasi, tercipta “dialog” antarruang, baik antara ruang-ruang di dalam rumah maupun antara ruang dalam dan ruang luar. / Foto : Adeline Krisanti

Idea
Kantor merupakan fungsi awal bangunan hunian di wilayah Bandung ini. Namun, seiring berjalannya waktu, pemiliknya menyadari bertambahnya kebutuhan untuk tempat tinggal. Maka, ia pun memutuskan untuk mengembalikan fungsi bangunan ini sebagai hunian.

Sebagai tempat tinggal yang akan digunakan oleh sang anak yang sudah berkeluarga, rumah ini pun akhirnya direnovasi hampir seluruhnya. Tidak menyisahkan bangunan lama dan menambahkan massa bangunan baru menjadi rangkaian renovasi yang dilakukan oleh Lukie Widya dari Luwist Spatial sebagai arsitek.

“Sisa dari bangunan lama, yaitu kantor, sudah tidak ada. Hanya saja saya memang mempertahankan struktur dan material atap lamanya. Dari struktur peninggalan tersebutlah, desain ulang arsitektur rumah ini berangkat. Kemudian, saya kembangkan lagi dengan menambahkan ruang dan massa bangunan baru sesuai kebutuhan pemilik rumah,” jelas Lukie.

Berdasarkan bujet dan kebutuhan pemilik rumah, massa bangunan ini bertambah sebanyak 50 persen. Yang ditambah, pertama adalah halaman samping rumah yang merupakan hasil pemugaran dari bangunan awal yang dahulunya sudah runtuh. Lalu, di bagian belakang ditambahkan tiga ruang baru yakni kamar utama, dapur, serta halaman belakang.

Komunikasi sebagai fokus. Fokus renovasi rumah ini adalah terjalinnya komunikasi yang baik antar manusia dan alam. Untuk mewujudkan hal tersebut, hunian ini hanya dirancang satu lantai dan semua ruang-ruang penting ruang keluarga, ruang makan, dan ruang santai berada berdekatan serta tak dibatasi sekat apa pun. Konsep open plan ini membuat hunian diharapkan menciptakan jalinan komunikasi yang baik di antara anggota keluarga.

Majalah Idea dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI