Alih fungsi sebuah garasi

Majalah Idea - Edisi 178
27 Februari 2018

Majalah Idea - Edisi 178

Fasad rumah yang didominasi material ekspos berpadu serasi dengan hijaunya tanaman. / Foto : Mario Wibowo

Idea
Sulit membayangkan bahwa rumah ini dulunya merupakan dapur dan garasi yang menyatu dengan rumah lain. Dinding dari deretan roster pada muka rumah menjadi penarik perhatian. Bagian dalamnya pun tertata dengan apik sehingga penghuninya merasa nyaman.

Awalnya, lahan rumah ini difungsikan sebagai area servis dari sebuah rumah besar yang bergerak di bisnis katering. Pemiliknya kemudian memutuskan untuk membagi dua rumah tersebut menjadi dua rumah yang terpisah. Somia Design, dengan Gerry Surbakti sebagai desainer prinsipal, kemudian dipercaya menangani proyek ini.

Merenovasi bangunan yang sudah ada dan mengalihfungsikannya merupakan tantangan tersendiri bagi sang arsitek. Terlebih, bangunan rumah lama sama sekali tidak memenuhi syarat sebagai rumah tinggal yang sehat. Sedikit sekali cahaya matahari yang masuk ke rumah. Selain itu, finishing bangunannya pun sudah tidak layak.

Yang pertama kali dilakukan oleh Gerry adalah mengatur ulang pembagian ruangruangnya. Di rumah yang baru, pemiliknya mensyaratkan ada 3 kamar tidur yang masing-masing dilengkapi kamar mandi. Gerry memastikan kamar-kamar itu mendapat cahaya alami matahari.

Tanpa meninggalkan konteks bertinggal di wilayah tropis, si arsitek kemudian menciptakan batas yang kabur antara ruang dalam dan ruang luar. Ia menambahkan sebuah taman di dalam rumah sebagai jalan masuknya cahaya dan udara alami.

Tantangan berikut yang harus dihadapi sang arsitek adalah kebisingan yang berasal dari sebuah sekolah dasar yang berada di depan rumah. Ia kemudian menambahkan sebuah dinding setinggi 4 m yang terbuat dari susunan roster sebagai penghalang suara bising sekaligus penjaga privasi penghuni rumah.

Majalah Idea dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI