Persiapan membuat kamar anak

Majalah Idea - Edisi 180
27 April 2018

Majalah Idea - Edisi 180

Inilah pertimbangan dan pendekatan yang perlu dilakukan saat membuat kamar untuk anak. / Foto : Dok. Akzonobel

Idea
Kamar, bagi anak, banyak manfaatnya. Ini akan melatih kemandirian, tanggung jawab terhadap kebersihan, kerapian dan keutuhan barang miliknya, dan memberikan personal space yang ia butuhkan untuk beristirahat maupun untuk mengekspresikan dirinya.

Maya Harry, MPsi, psikolog yang saat ini berpraktek di RS Permata Cibubur, mengatakan ada dua hal yang harus dipersiapkan dalam membuatkan kamar sendiri untuk anak, yaitu menyangkut psikis dan fisik. Psikis terkait dengan kesiapan anak berkamar sendiri, sementara fisik berhubungan dengan desain kamar yang ideal bagi anak.

Kapan Anak Perlu Kamar Sendiri? Menurut Maya, tidak ada batasan usia yang pasti kapan anak perlu dibuatkan kamar sendiri. Pencapaian kesiapan psikis anak bisa berbeda-beda tergantung situasi di rumah dan bagaimana orang tua mempersiapkannya. Namun, semakin dini anak dipersiapkan tidur sendiri, akan semakin mudah membiasakannya.

Meski begitu, menurut ibu satu anak ini, ada patokan umumnya. Anak sudah cukup aman untuk dibiasakan tidur sendiri di kamarnya saat ia sudah menyelesaikan toilet training-nya (sudah bisa bangun dan pergi ke toilet sendiri untuk buang air kecil saat terbangun tengah malam), yaitu sekitar usia 2 tahun.

Ada juga orang tua yang telah membiasakan bayinya tidur sendiri di kamarnya sejak usia 3 bulan! “Tentunya dengan melengkapi kamar anak dengan alat untuk memonitor gambar dan suara bayi (baby monitor) sehingga orang tua bisa langsung mengetahui jika anak terbangun,” lanjutnya. Kakak dan adik bisa tidur sekamar saat usia balita, namun sebaiknya sudah memiliki kamar masing-masing setelahnya.

Majalah Idea dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI