Bersantap di taman tropis

Majalah Idea - Edisi 183
30 Juli 2018

Majalah Idea - Edisi 183

Bersantap sembari menikmati sensasi alam tropis dapat menjadi cara efektif menghindari kebosanan dengan suasana makan yang itu-itu saja. Ini inspirasinya. / Foto : Jou Endhy Pesuarissa

Idea
Umumnya, ruang makan berada di dalam ruangan (rumah). Tapi tidak untuk kantor desainer interior dan arsitek lanskap, Larch Studio ini. Ruang makan justru terletak menyatu dengan taman berkonsep tropis. Ruang ini pun jadi tempat berkumpul favorit baik bagi karyawan Larch Studio maupun tamu yang datang ke kantor ini. Tidak banyak dekorasi yang menghiasi ruang makan ini.

Tanaman jadi elemen utama yang menghiasi ruang makan Sama seperti mendesain taman, pilihan jenis, ukuran, dan tekstur tanaman juga diperhatikan ketika menata tanaman di sini. Tanaman Calathea ultea atau kalatea ditempatkan sebagai “tanaman pagar”. Tanaman berdaun mirip daun pisang ini mengelilingi tiap sisi ruang makan dan menguatkan kesan tropis di ruang ini.

Kemudian beberapa tanaman berukuran lebih kecil diletakkan di dalam pot untuk menambah kesegaran ruang makan. Di ruang ini tidak banyak furnitur yang diletakkan, hanya meja makan sebagai furnitur utama. Uniknya, meja makan yang dipilih masih mengikuti tema utama ruang, yakni natural. Meja makan dari kayu jati yang cantik berpadu dengan kursi daur ulang dari tong bekas.

Sementara di sisi lainnya, terdapat meja dan kursi makan tambahan dengan desain yang lebih sederhana untuk menambah kapasitas ruang makan ini. Di sebelah area makan terdapat ruang kecil sebagai pantry . Konsep alam tropis pun diterapkan di area mungil ini. Kali ini lewat tampilan dinding berbahan Oriented Strand Board (OSB). Papan dari serbuk kayu yang dipres ini dipadu dengan dinding ekspos dari bata merah.

Menurut sang desainer, material ini dipilih karena tampilannya sesuai dengan tema dan perawatannya mudah. Dinding OSB tidak perlu dicat, pemasangannya cepat dan praktis karena berbentuk panel. Dengan begitu waktu dan biaya pembuatan dinding bisa lebih sedikit. Atap menggunakan bahan fiber yang di bagian bawahnya dilapisi aluminium foil sebagai peredam panas. Tertarik menerapkannya di rumah Anda?

Majalah Idea dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI