Sayuran dan bumbu mengusir radikal bebas, asam jawa

Majalah Intisari - Edisi Khusus
29 Maret 2016

Majalah Intisari - Edisi Khusus
Intisari
Tanaman suku Caesalpiniaceae ini bisa setinggi 25 m. Buahnya polong, panjang 10 cm, kulit cokelat. Dalam buah ada empat butir biji bulat gepeng warna hitam. Daging buah muda putih kehijauan dan tuanya cokelat. Rasa daging buah asam sedap, biasa untuk asamkan makanan, dibuat sirup. Daging buah tua kadang diolah supaya awet, disebut asam kawak.

Buahnya mengandung asam tatrat, asam malat, asam sitrat, asam suksinat, asam asetat, yang memudahkan buang air besar (BAB). Ia juga lancarkan peredaran darah dan mendinginkan. Daun muda lancarkan BAB dan hilangkan rasa sakit. Daun muda terdapat asam tatrat bersifat menyegarkan. Juga merangsang selaput lendir dinding tenggorokan dan usus. Akibatnya, tenggorokan gatal segera beres dan gerakan peristaltik usus lebih baik sehingga isi perut lancar menuju ke “kutub selatan”. Karena juga mengandung fl avonoid, ia bersifat antiradang.

Kegunaan : • Bisul: Cara I: Asam kawak sebesar telur puyuh, rendam dalam segelas air hingga mengembang, 5 iris temulawak dicuci, gula aren. Rebus hingga air tinggal setengah. Minum 1x sehari sampai sembuh. Cara II: Asam kawak sebesar telur puyuh, sedikit garam, sedikit minyak dicampur dan lumatkan. Tempel ke bisul.

Gatal pada bekas luka sudah kering: Cara I: Asam kawak dilembapkan dengan air matang, gosokkan ke bekas luka yang gatal. Cara II: 1 sendok makan penuh daun asam, sepotong empu kunyit, dicuci, lumatkan, tempel ke bekas luka yang gatal. • Nyeri haid pada gadis remaja: Cara I: 10 iris temulawak sudah dicuci, gula aren, rebus dengan segelas air sampai tinggal setengah. Tambah asam kawak sebesar telur puyuh. Aduk sampai asam mengembang. Saring. Minum 1x sehari selama seminggu sebelum haid.

Cara II: Asam kawak sebesar telur puyuh, 10 iris kunyit segar dicuci. Seduh dengan setengah gelas air mendidih. Tutup, sampai hangat kuku. Saring. Ramuan untuk sekali minum, setiap pagi dan sore. (Catatan: Ramuan asam kawak jangan diminum wanita hamil.)

Majalah Intisari dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI