Azalea Ayuningtyas, meningkatkan kesehatan ibu hamil dengan mengany

Majalah Intisari - Edisi 643
1 April 2016

Majalah Intisari - Edisi 643
Intisari
Masih muda (27), bekerja di perusahaan konsultan global di Boston— Kucher&Partners, namun dengan kesadaran tinggi melepaskan itu semua. Azalea Ayuningtyas, biasa dipanggil Ayu, justru meninggalkan kemapanan untuk menuju ke daerah pelosok di Nusa Tenggara Timur (NTT). Wanita yang mengambil studi S-1 Cell and Molecular Biology (mayor) dan Ekonomi (minor) di University of Michigan, AS, dan, mendapat predikat Highest Distinction ini, melihat adanya persoalan kesehatan bagi ibu hamil. Tepatnya para ibu di Flores, Nusa Tenggara Timur. Mereka tidak memiliki akses untuk mendapatkan makanan bergizi bagi dirinya, janin yang dikandungnya, atau bayi yang dilahirkannya. Mereka juga menderita kekurangan energi kronis. Walhasil, terjadi keguguran serta kematian ibu dan bayi.

Melalui fenomena itulah Ayu dan sahabatnya mengulurkan tangan untuk membuat perubahan. Dengan segala kreativitas yang mereka miliki, terwujudlah sebuah social enterprise (kewirausahaan sosial). Mereka menamainya dengan “Du’Anyam”. Kata “du’a” diambil dari bahasa Flores yang berarti “ibu”. Du’Anyam berawal dari ucapan serta visi dirinya dengan seorang teman lama. Tujuannya sederhana, tapi mulia. Memberdayakan ibu hamil dalam menjalani hidupnya. Melalui Du’Anyam, Ayu mencoba untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil, calon bayi, atau bayi dengan mendongkrak asupan gizi dan nutrisi yang dibutuhkan.

Dengan kecerdikan melihat kesempatan, Ayu pun memilih untuk menggunakan kearifan lokal. Menganyam daun lontar ia padukan hingga menjadi sebuah karya yang menarik. Memang, menganyam telah menjadi sebuah tradisi di sana. Menganyam inilah yang menjadi pekerjaan alternatif bagi mereka yang tengah mengandung. Atau para ibu yang memiliki bayi.

Majalah Intisari dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI