Finger talk, kafe memesan makanan dengan bahasa jari

Majalah Intisari - Edisi 644
3 Mei 2016

Majalah Intisari - Edisi 644

Berbeda dengan kafe lainnya yang riuh, di kafe ini pengunjung dan pelayan bertransaksi menggunakan bahasa isyarat. Inilah kafe dengan pekerja tunarungu pertama di Indonesia.

Intisari
Begitu masuk ke Finger Talk Kafe dan duduk di salah satu meja yang ada, kita tak hanya disodori buku menu seperti kafe-kafe lainnya. Ada buku tambahan yang memberi jawaban mengapa kafe ini diberi nama Finger Talk. Jari bicara. Ya, buku penyerta menu itu berupa panduan bahasa isyarat menggunakan jari. Semua karyawan di kafe ini memang penyandang tunarungu. Mulai dari pelayan, juru masak, hingga kasir. Jadi, untuk memesan menu di kafe yang berlokasi di Pamulang, Tangerang Selatan ini menggunakan bahasa isyarat melalui jari. Jika susah, ya menggunakan catatan.

Intisari berkesempatan mencoba memesan makanan menggunakan jari tangan. Rasa canggung dan bingung sempat muncul ketika mencoba. Ternyata susah juga. Beberapa kali kami mengalami salah komunikasi. Intisari tidak lihai “berbicara” menggunakan jari. Mencoba berbicara secara perlahan-lahan pun tak nyambung juga komunikasinya. Akhirnya, sambil tersenyum sang pelayan memberikan selembar kertas dan pulpen untuk menuliskan pesanan yang diinginkan. Sebuah intro yang membekas sebelum menyantap menu pesanan.

Terinpirasi Cafe de la Sonrisas Finger Talk menjadi kafe pertama di Indonesia yang memperkerjakan penyandang tunarungu. Akan tetapi, pemilik kafe yang didirikan pada 3 Mei 2015 itu bukanlah seorang penyandang tunarungu. Pun begitu, Dissa Syakina Ahdanisa, pemilik kafe, fasih berbahasa isyarat. Dissa memperoleh ide Finger Talk sepulangnya menjadi relawan di Nikaragua, Amerika Selatan, pada 2013. Saat berjalan-jalan di Kota Granada, ia menemukan Cafe de la Sonrisas, yang mempekerjakan penyandang tunarungu. Terinspirasi dari kafe tersebut, Dissa berniat mewujudkan kafe serupa di Indonesia dan memberikan kesempatan yang sama bagi penyandang tunarungu di Indonesia.

Majalah Intisari dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI