Mengikat janji suci dikabin pesawat

Majalah Intisari - Edisi 644
3 Mei 2016

Majalah Intisari - Edisi 644

Ajang “Golek Garwo” di Yogyakarta rutin menggelar pernikahan unik. Kali ini mereka menikahkan 21 pasangan di dalam pesawat, lengkap dengan pilot, kopilot, dan pramugarinya. / Foto : Kurniawan Adi Nugroho

Intisari
Ada suasana yang tak biasa di kampus Sekolah Tinggi Teknik Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta di Jalan Parangtritis KM 4,5 Bantul pada awal April 2016. Usai melakukan doa bersama di Masjid Baitun Naim yang dipimpin oleh KH Ahmad Dakhori, puluhan pasangan calon pengantin melangkah pelan setapak demi setapak seirama gending Kebogiro yang mengalun dari corong pengeras suara. Langkah mereka menuju pesawat Boeing 747-200 yang diparkir di hanggar kampus. Di dalam pesawat itu para penghulu dan saksi pernikahan telah menunggu mereka melaksanakan ijab kabul.

Para pasangan calon pengantin dikawal oleh sejumlah Taruna STTKD layaknya pembesar kampus. Setiap Taruna mengawal dan memayungi setiap pasangan pengantin menuju pesawat. Sementara di depan rombongan, sebuah pesawat tanpa awak (drone) terbang rendah memandu langkah mereka. Pasangan-pasangan pengantin tersebut adalah para peserta “Nikah Bareng Dalam Pesawat” yang digagas oleh Forum Taaruf Indonesia ( Fortais ). Fortais adalah lembaga mak comblang yang mempunyai misi mempertemukan para jomblowan dan jomblowati dari seluruh Nusantara. Lembaga ini bukan semata-mata sebuah biro jodoh, tetapi juga sekaligus penyelenggara pernikahan yang membantu calon pengantin mewujudkan konsep pernikahan yang tidak biasa.

Nikah Bareng Dalam Pesawat ini diklaim penyelenggara sebagai peristiwa pertama di dunia. Awalnya prosesi pernikahan akan dilaksanakan di pesawat yang terbang dari Landasan Udara Adisucipto. Tapi batal karena sampai menjelang hari H tidak ada respons dari TNI AU. “Kemudian kami ganti dengan menikah di dalam pesawat yang tidak terbang,” ujar Ketua Fortais Ryan Budi Nuryanto kepada Intisari di sela-sela acara Ditambahkan Ryan, antusias masyarakat untuk ikut serta dalam acara ini ini cukup tinggi. Hal itu dilihat dari banyaknya pendaftar yang masuk ke sekretariat Fortais sejak Januari 2016. Namun karena pertimbangan teknis pelaksanaan kegiatan, panitia membatasi 21 pasang calon pengantin saja.

Majalah Intisari dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI