Manfaat gizi gegenggam biji

Majalah Intisari - Edisi 646
14 Juli 2016

Majalah Intisari - Edisi 646

Biji-bijian impor kini mulai dilirik sebagai alternatif bahan makanan yang kaya akan manfaat bagi tubuh kita. Asalkan divariasikan dengan berbagai menu, maka keberadaannya cukup layak dijadikan makanan seharihari. Sayang, harganya masih lumayan tinggi. / Foto : www.shayonaexporters.com

Intisari
Saat berkuliah di Malaysia beberapa waktu silam, Rani Chairunnisa (23) terinspirasikan untuk mulai menjalani gaya hidup sehat. Salah satunya, dengan mengonsumsi makanan organik dan biji-bijian yang memang sudah lumrah di sebagian kalangan di negeri jiran itu. Yang rutin, dua tahun terakhir, Rani memilih quinoa sebagai pengganti nasi.

Selayaknya nasi, sehari-hari Rani menanak biji asal Amerika itu kemudian mencampurkannya dengan lauk pauk. Sejauh ini tidak ada masalah. Sebab, dalam soal rasa, quinoa tidak mempengaruhi cita rasa makanan. “Justru kalau makan pakai ini, badan rasanya segar dan lebih enteng,” tutur Rani yang bisa mengonsumsi 200 gram quinoa dalam sebulan. “Soal biaya, memang lebih mahal dari nasi, sih.” Mengonsumsi biji-bijian juga dilakukan Nelly F. Kembaren (24). Ia mendapat referensi di sebuah situs web yang membahas mengenai gaya hidup sehat dari luar negeri dan mencoba menerapkannya. Nelly yang mengonsumsi biji chia setahun terakhir ini, biasa mencampurkannya dengan yoghurt dan potongan buah.

Sejauh ini Nelly merasa cocok dengan chia. Bahkan menurutnya, kalau dicampur dengan susu atau jus sekalipun, rasanya tetap enak dan tidak mengubah cita rasa. Asalkan, jangan mengonsumsinya lebih dari dua sendok makan per hari. Untuk pemula, cukup mengonsumsi satu sendok teh saja. “Jika berlebihan justru akan merugikan. Sebab setiap orang memiliki sistem pencernaan yang berbeda-beda dalam mengolah biji-bijian,” tuturnya. Tetap divariasikan Dalam keseharian, kita pasti sudah familiar dengan biji-bijian seperti kedelai, kenari, atau gandum. Namun untuk nama-nama seperti chia, rami, atau quinoa, mungkin masih terasa asing. Jangankan manfaatnya, bentuknya saja masih jarang melihatnya. Maklum, bijibijian ini rata-rata masih harus diimpor. Chia dan quinoa adalah biji-bijian yang berasal dari Amerika Selatan seperti Meksiko, Peru, Bolivia, Kolombia dan Chile.

Majalah Intisari dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI