The untold story, melongok ruang favorit Hatta di rumah kelahiran Bung

Majalah Intisari - Edisi 647
2 Agustus 2016

Majalah Intisari - Edisi 647

Banyak orang datang ke Bukittinggi untuk menengok rumah kayu ini. Sekadar berkunjung atau ingin meresapi suasana rumah bersejarah yang pernah ditempati salah satu Proklamator RI. Dari rumah sederhana nan cantik ini, sebagian nasib sebuah bangsa tersurat.

Intisari
Di rumah inilah si orang besar itu lahir. Dilihat sepintas, bangunan ini sederhana. Berbentuk persegi panjang, bertingkat dua, dan terbuat dari papan beratap seng. Dua pintu berfungsi sebagai akses keluar masuk rumah. Dari rumah ini kita bisa menikmati panorama dua gunung sejoli, Marapi dan Singgalang. Rumah di jantung kota Bukittinggi ini tak mengenal hari libur. Pintu kayunya akan dibuka pukul 08.00 -16.00. Setiap harinya ada saja pengunjung yang ingin melihat isinya. Sedikitnya 600 orang ke sana tiap bulannya. Mulai orang lokal sampai mancanegara, seperti Belanda dan Malaysia. Jumlahnya akan membeludak manakala ada kunjungan study tour dari sekolah-sekolah.

Inilah rumah kelahiran Bung Hatta, yang didirikan sekitar tahun 1860. Ada enam bagian dari rumah itu. Bangunan utama, paviliun, lumbung padi, dapur, kolam ikan, dan kandang kuda. Kamar Hatta kecil berada di paviliun, tepatnya di samping dapur. Rumah ini pernah runtuh tahun 1960-an. Kemudian, untuk mengenang masa kecil Bapak Koperasi, dibangun ulang pada 15 Januari 1995 sesuai aslinya. Sebagian besar perabotan terbuat dari kayu surian, sejenis kayu jati kalau di Jawa. Perabotannya pun masih asli, peninggalan masa kecil Bung Hatta, yang sebelumnya dititipkan di sanak keluarga.

Hanya tikar yang telah diganti baru. Tapi, tetap disamakan dengan jenis dan bentuknya. Letak segala perabotannya juga seperti dulu kala. ”Letak perabotannya dipertahankan di tempat asalnya,” ujar Dessiwaty (56), pemandu wisata yang telah 20 tahun merawat rumah ini. Yatim saat usia 8 bulan Bangunan utama rumah kelahiran Hatta berupa ruang tamu dengan dua kamar di masing-masing sisi. Di sisi sebelah kiri dinding kayu terdapat silsilah keluarga dari garis Muhammad Djamil. Terlihat kalau Hatta adalah anak kedua dan memiliki satu kakak kandung perempuan.

Majalah Intisari dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI