Susah diet? air putih saja

Majalah Intisari - Edisi 647
2 Agustus 2016

Majalah Intisari - Edisi 647

Di balik kesederhanaan penampilannya, air putih punya banyak manfaat bagi tubuh dan kesehatan.Salah satunya, jadi pilihan yang murah dan mudah untuk menurunkan berat badan. Berapa sebenarnya kebutuhan harian kita?

Intisari
Berkuliah di Purwokerto dan ngekos, membuat Dyah Eka Putri (19) kurang memperhatikan pola hidup, terutama pola makan sehari-hari. Setiap hari, Dyah sangat bebas mengonsumsi makanan dan minuman yang disukai, meski terbilang kurang sehat. Selain itu, ia juga jarang melakukan aktivitas fisik. Walhasil, beberapa bulan saja, berat badannya melonjak menjadi 62 kg dari sebelumnya 55 kg. Awalnya, Dyah merasa nyaman dan tak bermasalah dengan kenaikan berat badannya. Namun, ketika pulang ke rumahnya di Jakarta saat libur kuliah, banyak keluarga dan teman-temannya yang menyebutnya gemuk.

Ditambah lagi, beberapa baju kesayangannya mulai terasa sempit. Kondisi itu yang mendorong Dyah untuk menurunkan berat badan dengan cara berdiet. Melalui internet dan buku-buku, mahasiswi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto itu, mencari tahu berbagai macam diet. Pilihan akhirnya jatuh kepada diet air. “Karena diet ini gampang, murah, dan aman,” kata Dyah yang tinggal di kawasan Jakarta Barat itu. Diet air sendiri adalah upaya untuk mendapatkan berat badan yang ideal dan proposional dengan cara mengonsumsi air putih secara teratur dan dalam jumlah lebih banyak. Caranya yang dilakukan Dyah cukup sederhana. Jika kita biasanya dianjurkan untuk mengonsumsi 8 gelas air dalam sehari atau sekitar 2 liter, maka Dyah mengonsumsi 5 liter dalam sehari.

Karena harus minum dalam jumlah banyak, soal jadwal juga harus diperhatikan. Sesaat sebelum makan, Dyah minum dua gelas. Tujuannya, agar nafsu dan porsi makannya menjadi lebih berkurang. Sedangkan setiap bangun tidur, ia minum segelas. Merasa nafsu makannya lebih terkontrol setelah menjalani diet air, kini berat badan Dyah pun berhasil turun sebanyak 9 kg dalam empat bulan. Dari sebelumnya 62 kg menjadi 53 kg. Minum sebelum makan Diet air memang bukan cuma mengonsumsi air. Kita tetap diperbolehkan mengonsumsi sumber makanan apa pun, asalkan jumlahnya dibatasi. Misalnya, tidak mengonsumsi makanan berkarbohidrat tinggi atau terlalu banyak lemak.

Majalah Intisari dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI