Latihan bela diri dapatnya seksi

Majalah Intisari - Edisi 648
2 September 2016

Majalah Intisari - Edisi 648

Antara perempuan dan tinju, sekilas seperti ada yang kurang cocok. Namun rupanya di kalangan perempuan urban, olahraga adu jotos ini ternyata sudah mendapat tempat tersendiri. Bukan hanya sebagai persiapan pertahanan diri, tapi katanya juga membuat tubuh semakin seksi. / Foto : Studio1901 / 123RF

Intisari
Di kalangan profesional, perempuan bertinju memang bukan cerita baru. Ada beberapa nama petinju profesional seperti Laila Ali (putri petinju legendaris Muhammad Ali), Christy Martin, Mia St. John, dan Ann Wolfe. Bahkan, tinju wanita sudah dipertandingkan sejak Olimpiade London 2012. Namun kini, tinju juga sudah banyak digemari para perempuan, khususnya di perkotaan. Tentu saja tren ini bukan diniatkan untuk adu jotos di atas ring. Melainkan demi kesehatan, kebugaran, dan tentu saja biar langsing. Bahkan kabarnya, minat perempuan itu juga menular pada olahraga beladiri lainnya seperti muay thai dan krav maga.

“Sebenarnya sih, tujuannya untuk membangun pertahanan diri,” tutur Sandy (36) salah satu anggota kelas tinju di salah satu pusat kebugaran di Jakarta. Dua tahun terakhir ia menekuni olahraga ini karena ingin membentengi dirinya dari kejadian yang tidak diinginkan. Khususnya, tindak kekerasan yang menyasar kaum perempuan. Alasan yang berbeda diungkapkan Allesia (25) yang menekuni tinju karena menyukai gerakan pukulan. Sebelumnya, karena ajakan teman, ia pernah mencoba muay thai atau tinju ala Thailand. Namun rasanya ada yang mengganjal baginya untuk menekuni olahraga yang juga dilengkapi tendangan. “Gerakan tendangan rasanya lebih sulit ,” tutur Allesia tentang ketidaksukaannya.

Belakangan setelah mengenal tinju, ia merasa cocok. Lebih percaya diri Sandy menyadari, banyak orang yang beranggapan, tinju adalah olahraga yang terlampau keras. “Padahal sebenarnya style-nya sama seperti menari,” tuturnya. Perbedaannya di variasi gerakan saja serta pada tinju terdapat teknik tertentu. Dalam istilah Sandy, tinju ibarat seni. Ada pula yang beranggapan, tinju sekadar gerakan pukulmemukul saja. Padahal, ada teknik-teknik khusus yang harus dipelajari dengan ketekunan. Bagi mereka yang berbakat saja, setidaknya butuh waktu minimal tiga bulan untuk memahaminya. Sementara itu ketekunan juga diperlukan agar lebih cepat menguasai teknik.

Majalah Intisari dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI