Meredam energi negatif

Majalah Intisari - Edisi 651
15 Desember 2016

Majalah Intisari - Edisi 651
Intisari
Pernahkah kawan-kawan mengalami situasi seperti ini? Pada sebuah kesempatan Anda bertemu kenalan lama. Mendadak sontak mood Anda turun drastis. Bukan karena kenalan Anda tersebut menyakiti Anda, melainkan karena sikap dan ucapannya yang “menyebalkan”. Pasalnya, kenalan Anda tersebut berkeluh kesah terus dan selalu memandang dari kacamata negatif setiap kejadian.

Jika iya, itu artinya Anda telah terpapar energi negatif dari kawan Anda. Berdasarkan penelitian, seperti halnya energi positif, energi negatif bisa menular. Tentu tidak menyenangkan bukan tertular energi negatif? Lebih memprihatinkan lagi jika malah Anda yang menyebarkan energi negatif tersebut.

Berdasarkan penelitian pula, orang yang gemar menyebarkan energi negatif disebut negaholic.

Secara emosional si negaholic membutuhkan kegembiraan tersendiri. Jika tidak bisa didapat dari diri sendiri, ia akan berusaha mendapatkannya dari orang lain. Simak ulasan mendalamnya di rubrik Sorotan berjudul, “Hindari Hidup negatif Ala Negaholic” di halaman 152.

Ada sebuah fakta menarik tentang energi positif dan negatif yang mewujud dalam sebuah pesan. Kabarnya, satu kali dipuji maka seseorang akan bergembira satu hari. Sedangkan saat disakiti satu kali, maka seseorang akan bersedih sembilan hari.

Betapa destruktifnya sebuah pesan yang negatif terhadap kondisi mental seseorang seharusnya membuat kita semua waspada. Lebih berhati-hatilah dalam berucap dan bertindak, siapa tahu hal yang kita lakukan itu akan menyakiti orang-orang yang kita sayangi.

Majalah Intisari dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI