Bobok-bobok siang

Majalah Intisari - Edisi 652
11 Januari 2017

Majalah Intisari - Edisi 652

Padatnya rutinitas dan pekerjaan, membuat banyak orang sulit untuk mendapatkan waktu tidur yang berkualitas, yakni tujuh sampai delapam jam setiap malam. Akibatnya, tubuh lemas dan mudah mengantuk di siang harinya. / Foto : Bhisma Adinaya

Intisari
Kinerja dan produktivitas kerja juga ikut menurun. Jika situasinya seperti ini, para ahli menganjurkan untuk menyempatkan tidur siang di sela-sela jam kerja. Istilah populernya power nap.

Banyak perusahaan modern sudah menerapkan ketentuan soal bobok-bobok siang ini. Salah satunya, Tokopedia, yang sudah memberlakukannya sejak Mei 2015. Manajemen dari perusahaan jual-beli online ini meyakini tidur siang dapat meningkatkan kinerja, konsentrasi, semangat, hingga produktivitas karyawan.

Padatnya pekerjaan, waktu kerja yang panjang serta terkadang tidak menentu, juga membuat orang butuh sejenak memejamkan mata.

Tokopedia memfasilitasi tempat atau spot untuk tidur, istirahat, atau relaksasi yang tersedia di setiap lantai kantor mereka. Tempat itu bukanlah sebuah ruangan khusus, melainkan sebuah area yang menyatu bersama ruang kerja.

Letaknya bisa berada di tengah, maupun sudut ruangan.

Demi menciptakan rasa nyaman, tempat itu didesain semenarik dan senyaman mungkin. Ada bentuk ayunan, sofa empuk, dan kasur.

Karyawan bebas menentukan titik nyaman mana yang akan digunakan. Antara karyawan pria dan wanita tidak ada pemisahan, mengingat lokasi tidak berada di ruangan khusus. Tak dilarang jika karyawan lebih menyukai tidur di meja kerja mereka sendiri.

Menariknya pula, tak ada ketentuan khusus soal waktu dan lamanya waktu tidur. Siang, sore, atau jam berapa pun, boleh-boleh saja. Alasannya karena memang kebutuhan dan waktu tidur setiap orang berbeda-beda. “Paling lama kan sekitar 45 menit.

Majalah Intisari dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI