Tren mengabadikan bayi merah

Majalah Intisari - Edisi 655
19 April 2017

Majalah Intisari - Edisi 655

Kelahiran sang buah hati merupakan momen paling ditunggu-tunggu sekaligus bahagia bagi setiap pasangan suami istri. / Foto : Bhisma Adinaya

Intisari
Jelang proses kelahiran bayi keduanya, pada Juli 2016, Dwina Dharma (35) mulai disibukkan dengan berbagai persiapan. Mulai dari nama, pakaian, hingga beberapa perlengkapan bayi. Bisa dibilang Dwina seperti mempersiapkan kelahiran anak pertama kembali.

Maklum, jarak anak pertama dengan anak keduanya cukup jauh, delapan tahun. Ditambah lagi, berbeda jenis kelamin. Anak pertama laki-laki dan kedua perempuan. Namun, ada yang berbeda dari persiapan kelahiran anak pertama dengan anak keduanya. Dwina menyiapkan newborn photography atau fotografi bayi baru lahir alias bayi yang masih merah. Bahkan, hal itu sudah ia persiapkan jauh sebelum hamil, yakni sekitar 2014.

Tujuan Dwina mempersiapkan semua hal itu tak lain untuk mengabadikan setiap momen si buah hati. Selain itu, tertarik dengan tren newborn photography yang tengah mewabah. “Momen bayi itu enggak akan terulang jadi perlu diabadikan. Apalagi pas hamil anak pertama tren itu belum ada,” ucap perempuan yang tinggal di kawasan Pondok Aren, Tangerang.

Dwina mengatakan, awalnya, ia sempat khawatir menggunakan jasa newborn photography. Pasalnya, anak keduanya, Tyana Deandra, baru berusia lima hari. Tentunya masih mungil dan ringkih. Akan tetapi, berkat skill dan pengalaman profesional yang dikantongi oleh sang fotografer membuat rasa khawatirnya perlahan luntur. Apalagi pose-pose yang dikreasikan tidak membahayakan bayi.

Majalah Intisari dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI