Bila anggaran tidak jebol, catat dan evaluasi

Majalah Intisari - Edisi 658
17 Juli 2017

Majalah Intisari - Edisi 658

Catatan keuangan bulanan dapat dibagi empat yaitu utang, tabungan, pengeluaran rutin, dan pengeluaarn pribadi. / Foto : Bhisma Adinaya

Intisari
Apakah Anda pernah mengalami, suatu kali, jumlah pengeluaran keuangan yang telah dibelanjakan ternyata melebihi pemasukan? Hasilnya, Anda tekor alias anggaran keuangannya jebol. Tentu rasanya tidak enak. Jikalau pernah, Anda jangan merasa sendirian.

Sebab, di negaranegara yang tingkat pengetahuan keuangannya sudah baik dan maju seperti Amerika Serikat, banyak yang mengalaminya juga. Anggaran rumah tangga mereka setiap bulan jebol, karena tidak diatur dengan baik. Terutama gara-gara godaan bernama kartu kredit.

Kalau mau dianalisis lebih dalam, tekornya anggaran pribadi maupun rumah tangga, penyebabnya ternyata sepele, yakni tidak mencatat pemasukan dan pengeluaran sehari-hari. Artinya, tidak ada perencanaan. Semua uang masuk dan keluar begitu saja. Agar tidak selalu hidup gali lubang tutup lubang, sadari dulu bahwa pencatatan itu perlu.

Dan semua itu berawal dari membuat rencana keuangan terlebih dahulu. Kita harus tahu, berapa penghasilan yang kita dapatkan setiap bulan dan akan dipakai untuk apa saja. Tejasari Asad, Financial Planner sekaligus Direktur dari Tatadana Consulting menyarankan untuk membagi catatan keuangan setiap bulan menjadi empat kelompok.

Yakni pembayaran utang, tabungan, pengeluaran bulanan yang rutin, dan pengeluaran pribadi. “Pada kelompok pengeluaran pribadi ini ada rinciannya sendiri. Contohnya membayar listrik, bensin, asuransi, hingga cicilan kredit seperti rumah dan kendaraan,” tuturnya. Tentu kita tahu ada beberapa pengeluaran yang sifatnya rutin dan dapat kita prediksi setiap bulan.

Majalah Intisari dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI