Mapan usianya sehat prostatnya

Majalah Intisari - Edisi 659
18 Agustus 2017

Majalah Intisari - Edisi 659

Ben Stiller, aktor Amerika yang pernah menderita kanker prostat di usia 40-an. / Foto : Jewel925.com

Intisari
Beruntung bagi Stiller, sebab penyakit itu ditemukan melalui deteksi dini Prostate Specifi c Antigen (PSA). Walau American Cancer Society menganjurkan pria melakukan pemeriksaan prostat di atas usia 50 tahun, Stiller melakukan tes empat tahun lebih cepat. Keputusannya untuk diperiksa memang memberi hasil yang mengejutkan, namun tetap saja ia bersyukur.

Ia tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika kanker itu tidak terdeteksi sejak dini. Mungkin keadaannya akan lebih parah. Kini, Stiller sudah lega. Sebab kanker tersebut langsung ditangani begitu diagnosis tegak. Ia menjalani operasi pada September 2014. Ia juga tekun menjalani perawat an pengobatan hingga dinyatakan sembuh dan bebas dari kanker. Pengalaman Stiller menunjukkan bahwa gejala kanker prostat tidak khas.

Jenis penyakit ganas ini pun rupanya tidak memandang garis keturunan. Artinya semua pria memiliki risiko yang sama untuk mengalaminya. Karena itulah kesehatan prostat jangan sampai diabaikan. Agar lebih terjamin lagi, sebaiknya dilakukan pemeriksaan dini. Menurut National Cancer Institute di Amerika, kanker prostat merupakan penyakit penyebab kematian kedua pada pria (dibandingkan dengan jenis kanker lainnya).

Sedangkan di Indonesia, data dari Kementerian Republik Indonesia (Kemenkes RI) 2013 menyatakan perkiraan angka kejadian kanker prostat adalah 0,2% atau 25.012 penderita. Gangguan prostat memang lebih sering terjadi pada pria yang berusia di atas 50 tahun. Namun faktanya, pria 40-an seperti Stiller mengalaminya. Tidak menutup kemungkinan pria yang lebih muda dari usia 40 tahun juga dapat mengalami gangguan prostat.

Majalah Intisari dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI