Kopi bikin milenial gagal investasi?

Majalah Intisari - Edisi 668
24 Mei 2018

Majalah Intisari - Edisi 668

Ada kekhawatiran generasi langgas alias anak milenial tak bisa memenuhi kebutuhan papan mereka. / Foto : TEA_123RF

Intisari
Milenial, alias generasi langgas, adalah sebutan untuk mereka yang lahir antara tahun 1980 dan 2000. Jadi saat ini mereka berusia antara 18 dan 38. Dalam tataran demografi di Indonesia, merujuk data dari Bappenas, generasi ini berjumlah 105 juta jiwa (2016). Hampir setengah dari total jumlah penduduk Indonesia yang 259 juta jiwa. Tak hanya di Indonesia generasi langgas ini membengkak jumlahnya. Di AS generasi ini mencatatkan sebagai yang terbesar dalam sejarah AS.

Berkaitan dengan generasi langgas ini, ada sebuah jajak pendapat menarik jika dikaitkan dengan kehidupan masa tua mereka nantinya. Jajak pendapat yang dilakukan melalui aplikasi investasi Acorns itu ingin mengetahui kebiasaan pengeluaran lebih dari 1.900 generasi langgas. Hasilnya dikelompokkan dalam berbagai kategori. Salah satunya dalam hal gender. Ternyata perempuan generasi langgas cenderung lebih boros.

Dalam laporannya Arcons menulis bahwa 44 persen perempuan generasi langgas usia 18 – 35 tahun menghabiskan uangnya untuk membeli kopi di pagi hari, alih-alih menabung. Temuan itu menjadi semakin menarik manakala menengok hasil penelitian lainnya, 41 persen generasi langgas usia lanjutan (24 –35) memperkirakan bahwa mereka tidak akan bisa mapan secara keuangan sehingga mesti pensiun di atas usia 65 tahun.

Sementara dalam situsnya, ZapFinance.co.id, mencirikan beberapa hal dari generasi langgas ini: suka berpindah kerja, mengutamakan gaya hidup, dan 80 persen tidak sanggup beli rumah! Tetapkan dulu tujuan. Sepertinya memang ada keengganan generasi langgas untuk berinvestasi. Melvin Mumpuni dari perencana keuangan Finansialku, seperti dikutip Kontan.co.id, menjelaskan ada lima penyebab keengganan milenial berinvestasi. Pertama, harus punya dana besar.

Majalah Intisari dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI