Anda darah tinggi? Ukur tensi sendiri setiap pagi

Majalah Intisari - Edisi 669
10 Juli 2018

Majalah Intisari - Edisi 669

Darah tinggi atau hipertensi bisa turunan, bisa juga didapat. Turunan maupun didapat sama buruknya bila dibiarkan. / Foto : pixabay,_pexels

Intisari
Darah tinggi atau hipertensi bisa turunan, bisa juga didapat. Turunan maupun didapat sama buruknya bila dibiarkan. Kasus ICU, yang berindikasi penyakit kritis, sering merupakan ujung dari hipertensi yang tidak dikontrol. Itu sebab jangan abaikan kalau tensi darah selalu di atas normal. Mungkin tanpa keluhan, bisa juga tanpa gejala.

Tekanan darah baru kita ketahui kalau diukur, tak cukup mengandalkan keluhan dan gejala. Belum tentu ada keluhan dan gejala. Merasa diri tidak ada masalah dengan tekanan darah, tahu-tahu tensi darah sudah tinggi. Oleh karena lebih sering tidak tahu, tak menyadari, mereka yang tak pernah berobat ke dokter, bukan mustahil kalau tensi meninggi sudah berlangsung lama. Kedapatan hipertensi biasanya secara kebetulan belaka.

Di kita, kasus seperti itu yang acap terjadi. Karena banyak yang tak pernah berobat ke dokter, bahkan sudah usia dewasa pun kebanyakan tak pernah tahu apakah tekanan darahnya normal. Bukan jarang darah tinggi sudah bertahuntahun tanpa pasien sadari. Tahu kalau itu kasus darah tinggi yang sudah lama, karena sudah komplikasi ke ginjal, mata, jantung, kalau bukan mendadak stroke.

Perhatian bagi yang punya turunan, bila ayah, ibu, atau keduanya mengidap hipertensi. Besar kemungkinan kita menanggung risiko itu. Waspada, siapa tahu kita berbakat darah tinggi juga. Kita tahu faktor turunan perannya kecil saja, orang terkena hipertensi lebih sering sebab keliru memilih gaya hidup. Ini jenis hipertensi didapat. Misal, bila badan dibiarkan gemuk, dan kurang gerak saja sudah berisiko darah tinggi. Demikian pula kalau peminum alkohol, dan konsumsi garam berlebihan.

Majalah Intisari dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI