Menimbang manfaat sepatu hak tinggi dengan risikonya

Majalah Intisari - Edisi 670
10 Juli 2018

Majalah Intisari - Edisi 670

Lutut juga ikut menanggung beban akibat penggunaan sepatu hak tinggi. / Foto : katemangostar _ Freepik

Intisari
Walau demikian, di balik keindahannya, sepatu hak tinggi sebenarnya menyimpan berbagai risiko bagi kesehatan. Mari kita pelajari lebih lanjut. Faktanya, saat menggunakan sepatu hak tinggi, secara disadari maupun tidak, postur tubuh kita juga mengalami perubahan demi menjaga keseimbangan.

Beberapa di antaranya, posisi dada kita yang lebih maju ke depan, pinggul yang terdorong ke depan sehingga posisinya tidak lagi lurus dengan tulang belakang. Lutut juga harus memikul beban tambahan dari berat badan kita, serta peningkatan tekanan pada telapak kaki dan tumit akibat posisi berjalan yang seperti jinjit.

Untuk jangka panjangnya, perubahan postur ini dapat menyebabkan gangguan tidak hanya pada kaki, namun juga pada lutut, pinggul, dan tulang belakang. Apa saja sih penyakit-penyakit yang dapat ditimbulkan oleh pemakaian sepatu hak tinggi dalam jangka panjang? Yuk kita bahas satu-satu.

1. Masalah pada jari kaki hak tinggi, terutama yang ujungnya sempit, bisa menyebabkan gangguan pertumbuhan kuku kaki. Akibatnya kuku kaki tumbuh ke dalam, dan dapat menyebabkan paronikia (cantengan).

2. Masalah pada tumit. Dalam jangka panjang tumit akan mengalami kesulitan beradaptasi dengan kebiasan gerakan berjalan yang tidak alamiah ini. Akibatnya, dapat terjadi peradangan tendon di tumit, disebut dengan Achilles Tendinitis. Jika dibiarkan, maka tendon ini dapat melemah dan lebih rentan terhadap robekan.Tendon Achilles adalah tendon terkuat di tubuh manusia, sehingga bila robek, akibatnya kita tidak dapat berjalan, dan seringkali diperlukan tindakan operasi untuk memperbaikinya.

Majalah Intisari dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI