Notch, si poni yang kini digemari

Majalah Intisari - Edisi 670
10 Juli 2018

Majalah Intisari - Edisi 670

Samsung melengkungkan sisi kanan-kiri ponsel sehingga lebih lebar. / Foto : galaxys9s com

Intisari
Jika mengamati bentuk ponsel saat ini, kita bisa melihat ada keseragaman bentuk. Berbentuk kotak tanpa papan ketik fi sik. Bahkan modelmodel terbaru hampir tak ada bezel atau bingkai di sisi kanan kiri. Layar pun makin jembar. Hal ini menyulitkan pemilik merek untuk memberi ciri khas pada ponsel yang makin pintar itu. Berbeda dengan masa ketika ponsel belum sepintar sekarang.

Sistem operasi (OS) Android juga belum muncul. Kita bisa melihat riuhnya model-model ponsel dari berbagai merek. Ada ponsel dengan keypad melingkar, berbentuk bujur sangkar, berorientasi game dengan bentuk seperti console game controller, ponsel lipat, bahkan ponsel yang dikenal berbentuk seperti pisang.

Jadi sekarang ini, walaupun perkembangan ponsel pintar semakin masif, tetapi secara desain banyak batasan-batasan yang baku. Terutama karena dukungan OS. Sedikit saja perubahan bisa menjadi tren atau pembeda, yang bisa diterima dengan mudah atau malah melahirkan serangkaian tanda tanya. Nah, perubahan yang paling ramai pada desain sekarang ini adalah munculnya notch, atau sering disebut poni, seperti yang diperkenalkan oleh Apple lewat kehadiran iPhone X.

Dipicu teknologi layar. Notch, atau dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai takik, terjemahan yang sepertinya agak kurang tepat, adalah hadirnya sebagian “batang” kecil hitam pada layar. Mirip seperti poni pada rambut yang menutup sebagian dahi. Banyak komentar menentang desain baru ini saat dihadirkan, tetapi banyak juga yang menyukainya.

Apalagi dipopulerkan oleh Apple. Selama ini, pada ponsel pintar kita hanya mengenal dua pabrikan sebagai acuan desain: Apple dan Samsung. Sebelumnya Samsung sudah mengenalkan layar yang lebih lebar karena bezel (bingkai) kanan kiri bisa dipangkas. Pemicunya adalah teknologi layar yang dengan cepat bisa membuat bingkai bagian kanan dan kiri semakin kecil.

Majalah Intisari dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI