Tambah usia bukan artinya banyak lupa

Majalah Intisari - Edisi 673
25 September 2018

Majalah Intisari - Edisi 673

Lupa itu wajar saja, tetapi bila frekuensinya sering bisa dicurigai penurunan daya ingat. / Foto : liza5450_123RF

Intisari
Kejadian lupa meletakkan barang agaknya dialami semua manusia pada segala usia. Yang membedakan adalah frekuensi lupa yang dialami, apakah sering atau tidak. Sebab dari kebiasaan melupakan sesuatu, kita bisa mencurigai penurunan fungsi otak dari seseorang. Gejala penurunan fungsi otak ini pun bisa saja membawa kita pada beberapa kondisi: hanya sekadar lupa atau memang terkena demensia.

Dr. Gea Pandhita, M.Kes, Sp.S dari RS Pondok Indah Bintaro Jaya, Jakarta, mengungkapkan, ada cara sederhana untuk membedakan antara gejala demensia dan lupa akibat penurunan daya ingat. Apabila kebiasaan lupa yang dialami masih seputar lupa meletakkan barang atau melupakan nama orang, hal ini dikategorikan sebagai lupa karena penurunan daya ingat.

Akan tetapi, apabila seseorang melupakan sesuatu sampai melupakan fungsi benda tersebut, bisa dicurigai sebagai penurunan fungsi kognitif yang menandakan demensia.

Misal, seseorang menyimpan dompet di kulkas atau menaruh pakaian di lemari buku. Atau ia tidak mengingat hal esensi dalam aktivitas harian, kondisi ini bisa dikategorikan sebagai pikun atau demensia. Dapat ditarik kesimpulan, demensia adalah penurunan fungsi kognitif yang disertai dengan perubahan perilaku dan perubahan keseharian.

Begini, otak manusia memiliki banyak fungsi seperti fungsi motorik, fungsi sensorik, fungsi perasa, fungsi kognitif, dll. Nah, yang paling tinggi dari semua fungsi ini adalah fungsi kognitif atau sering disebut fungsi luhur. Penurunan fungsi luhur secara progresif inilah yang dinamakan demensia.

Tidak melulu soal memori

Kasus kebiasaan lupa tadi hanya lah sebagian kecil dari contoh penurunan fungsi luhur otak. Sebab fungsi luhur otak juga mencakup kemampuan untuk memusatkan perhatian, daya ingat, orientasi, bahasa, dan pengambilan keputusan. Artinya demensia tidak melulu soal berkurangnya memori saja, tetapi juga aspek lain terkait fungsi luhur.

Majalah Intisari dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI