Buku Kemdikbud juga dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Model Pembelajaran untuk SMK Tata Boga

Model Pembelajaran untuk SMK Tata Boga

Globalisasi ditandai dengan perkembangan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Dengan implementasi internet, software dan aplikasi pada perangkat keras, setiap individu dapat melakukan berbagai aktifitas seperti electronic commerce, electronic data interchange, virtual office, teleconference, telemedicine tanpa terkendala batas jarak dan waktu antar negara. Computer skills mutlak diperlukan oleh setiap individu baik usia anak-anak maupun dewasa untuk dapat bersaing, khususnya dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada tahun 2015.

Bidang pendidikan memiliki peranan penting dalam menghasilkan menjadi sumber daya manusia yang terampil dan memiliki keahlian agar dapat bersaing dengan masyarakat ASEAN. Dengan mengacu pada Undang-Undang Dasar 1945 amandemen keempat, dalam Bab XIII pasal 31 ayat 3 menyatakan bahwa pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang.

Selanjutnya, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2013 tentang Sistem Pendidikan Nasional, telah mengatur dengan jelas penyelenggaraan pendidikan di Indonesia ke dalam tiga jenjang pendidikan yaitu pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Jenjang pendidikan menengah memiliki peranan yang tidak kalah pentingnya dengan jenjang pendidikan lainnya dalam mencetak sumber daya manusia Indonesia. Dengan kondisi Indonesia yang memiliki bonus demografi, pertumbuhan penduduk usia produktif pada tahun 2020-2035 akan melimpah.

Untuk itu perlu dipersiapkan pendidikan menengah yang bermutu agar pada tahun 2020 dapat menghasilkan sumber daya manusia usia produktif yang unggul. Jenjang pendidikan menengah terdiri dari pendidikan menengah umum dan pendidikan menengah kejuruan. Fokus utama dari pendidikan menengah umum adalah memberikan layanan pendidikan berupa pengetahuan dan keterampilan dasar pada peserta didiknya untuk selanjutnya melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi, sedangkan fokus utama dari pendidikan menengah kejuruan adalah memberikan layanan pendidikan berupa pengetahuan dan keterampilan dasar pada peserta didiknya untuk memulai bekerja sesuai dengan keterampilan utamanya.

Ikhtisar Lengkap   
Penulis: Tim Kemendikbud
Editor: Imam Fatchurozzi / Yuli Setiawan, S.AB

Penerbit: Kemdikbud
Terbit: Agustus 2016, 50 Halaman

Ikhtisar

Globalisasi ditandai dengan perkembangan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Dengan implementasi internet, software dan aplikasi pada perangkat keras, setiap individu dapat melakukan berbagai aktifitas seperti electronic commerce, electronic data interchange, virtual office, teleconference, telemedicine tanpa terkendala batas jarak dan waktu antar negara. Computer skills mutlak diperlukan oleh setiap individu baik usia anak-anak maupun dewasa untuk dapat bersaing, khususnya dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada tahun 2015.

Bidang pendidikan memiliki peranan penting dalam menghasilkan menjadi sumber daya manusia yang terampil dan memiliki keahlian agar dapat bersaing dengan masyarakat ASEAN. Dengan mengacu pada Undang-Undang Dasar 1945 amandemen keempat, dalam Bab XIII pasal 31 ayat 3 menyatakan bahwa pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang.

Selanjutnya, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2013 tentang Sistem Pendidikan Nasional, telah mengatur dengan jelas penyelenggaraan pendidikan di Indonesia ke dalam tiga jenjang pendidikan yaitu pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Jenjang pendidikan menengah memiliki peranan yang tidak kalah pentingnya dengan jenjang pendidikan lainnya dalam mencetak sumber daya manusia Indonesia. Dengan kondisi Indonesia yang memiliki bonus demografi, pertumbuhan penduduk usia produktif pada tahun 2020-2035 akan melimpah.

Untuk itu perlu dipersiapkan pendidikan menengah yang bermutu agar pada tahun 2020 dapat menghasilkan sumber daya manusia usia produktif yang unggul. Jenjang pendidikan menengah terdiri dari pendidikan menengah umum dan pendidikan menengah kejuruan. Fokus utama dari pendidikan menengah umum adalah memberikan layanan pendidikan berupa pengetahuan dan keterampilan dasar pada peserta didiknya untuk selanjutnya melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi, sedangkan fokus utama dari pendidikan menengah kejuruan adalah memberikan layanan pendidikan berupa pengetahuan dan keterampilan dasar pada peserta didiknya untuk memulai bekerja sesuai dengan keterampilan utamanya.

Pendahuluan / Prolog

Kata pengantar
Dalam menghadapi keterbukaan ekonomi, sosial, dan budaya antarnegara secara global, khususnya pada era masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) yang diberlakukan akhir tahun 2015, Indonesia dihadapkan pada persaingan yang semakin ketat termasuk dalam penyediaan tenaga kerja yang akan mengisi kebutuhan tenaga kerja di negara anggota MEA.

Indonesia harus dapat menyediakan tenaga kerja terampil menengah hingga profesional baik untuk bekerja di negara sendiri maupun di negara anggota MEA. Pendidikan kejuruan adalah pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang keahlian yang spesifik serta dapat menumbuhkan jiwa kewirausahaan peserta didik dalam menghasilkan ide dan produk kreatif. Pendidikan kejuruan memiliki spektrum pendidikan menengah kejuruan berikut ini:

1) Teknologi dan Rekayasa; 2) Teknologi Informasi dan Komunikasi; 3) Kesehatan; 4) Agribisnis dan Agroteknologi; 5) Perikanan dan Kelautan; 6) Bisnis dan Manajemen; 7) Pariwisata; 8) Seni Rupa dan Kriya; 9) Seni Pertunjukan. Sembilan bidang keahlian terasebut memiliki keunikan tersendiri dan sangat berperan dalam menghasilkan tenaga kerja terampil menengah.

SMK bidang keahlian pariwisata dengan empat program keahlian yang dimiliki berperan besar dalam menghasilkn lulusan yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam bidang pariwisata. Salah satu program keahliannya yaitu tata boga secara mutlak menjadi penopang bidang pariwisata. Untuk itu diperlukan suatu model pembelajaran pada SMK program keahlian tata boga yang bermutu dimulai dari pereencanaan, proses, dan penilaian pembelajaran.

Buku ini juga melampirkan menu makanan pembuka, makanan utama serta makanan penutup yang bercirikan kearifan lokal Kota Surakarta sebagai contoh produk pembelajaran SMK Negeri dan Swasta yang terdapat di Surakarta. Dengan adanya model pembelajaran dan wawasan pengembangan produk bercirikan kearifan lokal dari SMK Program Keahlian Tata Boga, diharapkan buku ini dapat dijadikan referensi bagi guru di daerah lain untuk menerapkan serta mengembangkan model pembelajaran dan menu makanan, baik yang bercirikan kearifan lokal Kota Surakarta maupun yang bercirikan kearifan lokal daerah lainnya.

Daftar Isi

Sampul
Kata pengantar
Daftar isi
Daftar gambar
Model pembelajaran SMK program keahlian tata boga
Bab 2 : Perencenaan pembelajaran SMK program keahlian tata boga
     A. Kurikulum SMK program keahlian tata boga
     B. Kemitraan SMK program keahlian tata boga dengan DUDI
Bab 3 : Proses pembelajaran SMK program keahlian tata boga
Bab IV : Penilaian pembelajaran SMK program keahlian tata boga
     A. Penilaian pengetahuan untuk SMK program keahlian tata boga
     B. Penilaian sikap untuk SMK program keahlian tata boga
     C. Penilaian keterampilan untuk SMK program keahlian tata boga
Bab V : Kontribusi SMK program keahlian tata boga untuk ekonomi kreatif
Kontribusi SMK program keahlian tata boga untuk ekonomi kreatif
Daftar pustaka
Lampiran
     Nasi liwet Solo
     Sosis Solo
     Selad Solo
     Tengkleng
     Tongseng
     Garang asem
     Wedang dongo
     Untitled
     Serabi Solo
     Mie anglo
     Bakso tusuk
     Sate buntel