Buku Kemdikbud juga dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Modul Elektronika dan Mekatronika Simulasi Rangkaian Elektronika Daya dengan Aplikasi Fluidsim 5.0

Modul Elektronika dan Mekatronika Simulasi Rangkaian Elektronika Daya dengan Aplikasi Fluidsim 5.0

Terdapat tantangan cukup berat yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini yaitu tantangan globalisasi yang akan terjadi 2020. Tantangan tersebut merupakan ujian yang harus dihadapi, maka perlu peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai langkah yang harus direncanakan secara strategis.

Strategi peningkatan kualitas SDM dilakukan dengan berbagai strategi antara lain melalui pembelajaran berbasis kompetensi (competency based training). Pelaksanaan strategi tersebut dilakukan melalui (1) penataan kurikulum; (2) penyusunan bahan ajar atau modul; (3) penyusunan standar pembelajaran berbasis industri; dan (4) penyelenggaraan diklat berbasis produksi (production based training). Kegiatan pembelajaran dengan berbasis industri pada hakekatnya merupakan perpaduan antara penguasaan konsep dan prinsip terhadap suatu obyek serta penerapannya dalam dunia industri.

Pendekatan pembelajaran dengan sistem modul memberikan kesempatan kepada peserta diklat untuk belajar secara mandiri sesuai dengan percepatan pembelajaran masing-masing. Modul sebagai alat atau sarana pembelajaran yang berisi materi, metode, batasan-batasan dan cara mengevaluasi yang dirancang secara sistematis dan menarik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan.

Untuk itu perlu adanya penyusunan bahan ajar atau modul sesuai dengan analisis kompetensi, agar peserta diklat dapat belajar efektif dan efisien. Isi modul ini mengacu kepada standar kompetensi industri dan diarahkan untuk dapat memahami, mengoperasikan, menggunakan dan mengaplikasikan komponen pada peralatan elektronika mencakup dasar elektronika, rangkaian elekronika daya dan aplikasi penggunaannya.

Ikhtisar Lengkap   
Penulis: Tim Kemendikbud

Penerbit: Kemdikbud
Terbit: April 2017, 113 Halaman

Ikhtisar

Terdapat tantangan cukup berat yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini yaitu tantangan globalisasi yang akan terjadi 2020. Tantangan tersebut merupakan ujian yang harus dihadapi, maka perlu peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai langkah yang harus direncanakan secara strategis.

Strategi peningkatan kualitas SDM dilakukan dengan berbagai strategi antara lain melalui pembelajaran berbasis kompetensi (competency based training). Pelaksanaan strategi tersebut dilakukan melalui (1) penataan kurikulum; (2) penyusunan bahan ajar atau modul; (3) penyusunan standar pembelajaran berbasis industri; dan (4) penyelenggaraan diklat berbasis produksi (production based training). Kegiatan pembelajaran dengan berbasis industri pada hakekatnya merupakan perpaduan antara penguasaan konsep dan prinsip terhadap suatu obyek serta penerapannya dalam dunia industri.

Pendekatan pembelajaran dengan sistem modul memberikan kesempatan kepada peserta diklat untuk belajar secara mandiri sesuai dengan percepatan pembelajaran masing-masing. Modul sebagai alat atau sarana pembelajaran yang berisi materi, metode, batasan-batasan dan cara mengevaluasi yang dirancang secara sistematis dan menarik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan.

Untuk itu perlu adanya penyusunan bahan ajar atau modul sesuai dengan analisis kompetensi, agar peserta diklat dapat belajar efektif dan efisien. Isi modul ini mengacu kepada standar kompetensi industri dan diarahkan untuk dapat memahami, mengoperasikan, menggunakan dan mengaplikasikan komponen pada peralatan elektronika mencakup dasar elektronika, rangkaian elekronika daya dan aplikasi penggunaannya.

Pendahuluan / Prolog

Kata pengantar
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa atas tersusunnya modul ini, dengan harapan dapat digunakan sebagai modul pembelajaran untuk siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bidang Studi Teknik Elektronika Industri.

Penerapan kurikulum 2013 mengacu pada paradigma belajar kurikulum abad 21 menyebabkan terjadinya perubahan, yakni dari pengajaran (teaching) menjadi BELAJAR (learning), dari pembelajaran yang berpusat kepada guru (teachers-centered) menjadi pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik (student-centered), dari pembelajaran pasif (pasive learning) ke cara belajar peserta didik aktif (active learning-CBSA) atau Student Active Learning-SAL.

Modul ″Simulasi Rangkaian Elekronika Daya dengan Aplikasi Fluidsim 5.0 Electronics″ ini disusun berdasarkan tuntutan paradigma pengajaran dan pembelajaran kurikulum 2013 diselaraskan berdasarkan pendekatan model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan belajar kurikulum abad 21, yaitu pendekatan model pembelajaran berbasis peningkatan keterampilan proses sains.

Penyajian modul untuk Mata Pelajaran ″Dasar Listrik dan Elektronika″ ini disusun dengan tujuan agar supaya peserta didik dapat melakukan proses pencarian pengetahuan berkenaan dengan materi pelajaran melalui berbagai aktivitas proses sains sebagaimana dilakukan oleh para ilmuwan dalam melakukan penyelidikan ilmiah (penerapan saintifik), dengan demikian peserta didik diarahkan untuk menemukan sendiri berbagai fakta, membangun konsep, dan nilai-nilai baru secara mandiri.

Penulis menyampaikan terima kasih, sekaligus mengharapkan saran kritik demi kesempurnaan modul ini dan penghargaan kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam membantu terselesaikannya modul Siswa untuk Mata Pelajaran Dasar Listrik dan Elektronika Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Daftar Isi

Sampul
Kata pengantar Kasubdit program dan evaluasi
Kata pengantar penulis
Daftar isi
Daftar gambar
Glosarium
Bab 1 : Pendahuluan
     A. Standar kompetensi
     B. Deskripsi modul
     C. waktu
     D. Prasayarat
     E. Petunjuk penggunaan modul
     F. Tujuan akhir
     G. Cek penguasaan standar kompetensi
Bab 2 : Pemebelajaran
     A. Renaca belajar speserta didik
     B. Kegiatan belajar
          Kegiatan belajar 1. Aplikasi fludsim 5.0 electronics
          Kegiatan belajar 2. Dioda
          Kegiatan belajar 3. Transistor
          Kegiatan belajar 4. DIAC, TRIAC, UJT
Bab 3 : Evaluasi
Daftar pusataka