Buku Kemdikbud juga dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

SMK Siap Hasilkan 5,5 Juta Tenaga Terampil

SMK Siap Hasilkan 5,5 Juta Tenaga Terampil

Indonesia pada tahun 2014 termasuk dalam peringkat ke-10 negara ekonomi dunia. Peringkat tersebut pada tahun 2030 berpotensi terus meningkat sampai ke posisi ke-7, apabila produktifitas sumber daya manusia terus ditingkatkan. Saat ini Indonesia baru memiliki 55 juta tenaga terampil, masih dibutuhkan sekitar 58 juta lagi tenaga terampil lainnya.

“Itu artinya, sama dengan mempersiapkan tenaga kerja te– rampil sebesar 3,8 juta orang setiap tahunnya. Ini merupakan pekerjaan rumah yang sangat besar untuk kita atasi dan cari jalan keluarnya. Disinilah peran pendidikan dan pelatihan pendidikan kejuruan jadi sangat penting,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy pada peluncuran program Revitalisasi SMK bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, 26 Mei lalu di Surakarta, Solo.

Menurut Muhadjir, sebagai bentuk dari pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK. Yaitu dalam rangka peningkatan kua– litas dan daya saing sumber daya manusia Indonesia, Kemendikbud menyelenggarakan kegiatan peluncuran program Revitalisasi SMK bersama-sama dengan Menko Bidang PMK.

Ikhtisar Lengkap   
Penulis: Tim Kemendikbud

Penerbit: Kemdikbud
Terbit: April 2017, 70 Halaman

Ikhtisar

Indonesia pada tahun 2014 termasuk dalam peringkat ke-10 negara ekonomi dunia. Peringkat tersebut pada tahun 2030 berpotensi terus meningkat sampai ke posisi ke-7, apabila produktifitas sumber daya manusia terus ditingkatkan. Saat ini Indonesia baru memiliki 55 juta tenaga terampil, masih dibutuhkan sekitar 58 juta lagi tenaga terampil lainnya.

“Itu artinya, sama dengan mempersiapkan tenaga kerja te– rampil sebesar 3,8 juta orang setiap tahunnya. Ini merupakan pekerjaan rumah yang sangat besar untuk kita atasi dan cari jalan keluarnya. Disinilah peran pendidikan dan pelatihan pendidikan kejuruan jadi sangat penting,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy pada peluncuran program Revitalisasi SMK bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, 26 Mei lalu di Surakarta, Solo.

Menurut Muhadjir, sebagai bentuk dari pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK. Yaitu dalam rangka peningkatan kua– litas dan daya saing sumber daya manusia Indonesia, Kemendikbud menyelenggarakan kegiatan peluncuran program Revitalisasi SMK bersama-sama dengan Menko Bidang PMK.

Pendahuluan / Prolog

Teras redaksi
Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 Tentang Revitalisasi SMK mendapat sambutan luar biasa dari semua instansi terkait. Semua bergerak, berbuat dan mengimplementasikan Revitalisasi SMK dengan dunia usaha dan dunia industri. Kementerian Perindustrian dengan cepat menyambungkan SMK dengan dunia industri, dari situ terjalin link and match.

Kita sangat bersyukur, satu persatu persoalan untuk perubahan SMK menuju perbaikan terselesaikan. Di Mojokerto Jawa Timur misalnya, sudah dilakukan MoU antara 50 perusahaan industri dengan 234 SMK, berlanjut di Semarang antara 117 perusahaan industri dengan 389 SMK. Konsep yang diusung adalah pendidikan vokasi dual system, yaitu pendekatan pendidikan yang tidak hanya belajar teori, tapi juga menekankan pada praktek lapangan.

Sampai tahun 2019, pemerintah menargetkan pelaksanaan kegiatan ini kepada 1.775 SMK dan 845.000 siswa melalui kerjasama dengan 355 perusahaan. Intinya, kebutuhan sektor industri terhadap tenaga kerja yang kompeten, tidak hanya dari keilmuan tapi lebih diutamakan pada penguatan keterampilan dan attitude dalam bekerja. Disamping itu kita juga menghadapi krisis pengadaan guru dibidang studi kreatif, sekarang baru terpenuhi sekitar 22 persen dari jumlah guru yang ada.

Ini sebuah PR besar yang harus diselesaikan pemerintah dan kita sangat gembira bahwa pemerintah akan segera mengatasi ini seperti disampaikan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani. Kebutuhan terhadap lulusan SMK yang kompeten dan memiliki disiplin ilmu serta attitude dalam bekerja ini juga dimaksudkan untuk mengatasi tenaga kerja Indonesia yang sebagian besar masih bermodalkan pendidikan SMP ke bawah dan jumlahnya mencapai 63 persen dari total tenaga kerja yang ada.

Karena itulah, setiap saat kita terus melakukan pembenahan-pembenahan, termasuk membekali para pendidik dengan dunia industri melalui berbagai seminar interaktif. Baik dalam bentuk seminar nasional maupun seminar internasional. Dari situ banyak ilmu kejuruan yang bisa dipetik, menyampaikan gagasan-gagasan, berdiskusi dan sebagainya. Khusus bagi siswa siswi SMK, kualitas untuk masing-masing bidang kompetensi yang ditekuni terus diasah.

Melibatkan semua pihak, termasuk orang tua, lingkungan dan semua harus mendukung siswa siswi mereka. Karena itu, setiap tahun kita mengadakan lomba kompetensi siswa nasional. Lomba ini dimaksudkan untuk melihat dan menguji hasil yang mereka capai selama belajar di sekolah, termasuk dukungan dari industri. Dan kita tidak berhenti hanya sampai di situ, bagi siswa-siswi berprestasi akan diseleksi lagi dan diberi kesempatan untuk berprestasi pada tingkat lebih besar.

Yaitu Asean Skills Competitian dan World Skills Competition. Ini sebuah bukti bahwa pelajar SMK tidak kalah kualitas dengan peserta manca negara lainnya. Tradisi membangun seperti ini akan menciptakan pelajar SMK yang ahli, cerdas dan memiliki karakter yang kuat dan siap untuk bekerja dimana saja ataupun berwiraswasta, termasuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi

Daftar Isi

Sampul
Daftar isi
Teras redaksi : Terjalin hubungan baik SMK dan dunia industri
Laporan utama : Muhadjir effendy, Mendikbud, tahun 2020 SMK hasilkan 5,5 juta tenaga terampil
     Industri manufaktur terus berkembang selain kompetensi siswa harus berkarakter
     Penguasaan bidang kompetensi semakin baik, materi LKS harus tuntas
     Seminar internasional SMK di Solo, sangat bermanfaat jangan sekedar wacana
     Penyelenggara LKS ke-26 belum ditentukan, Jawa Tengah juara umum
LKS ke 25 : Penilaian wall and tilling mengacu WSC, bobot soal lebih berat
     Disamping ahli teliti dan cepat, ada darah seni di auto repair
     Kriya kulit kesulitan peminat, upaya mengangkat potensi daerah
     Membuat karpet di bidang tekstil, handcraft tidak berpengaruh perubahan moneter
     Peserta daerah sulit bersaing, Jawelry masih didominasi Bali dan Jawa
Profil : Persiapan menuju Fashion Technology WXC di Abu DHabi, Anggun Nurlida ingin harumkan nama Indonesia
     Ahmad Zaenul Amin, cabinet maing mengantarnya berwiraswasta
Tokoh : Prof. Josaphat Tetuko Sri Sumantyo. PH.D, riset mendorong siswa kreatif, inovasi dan enjoy
     LKS Solo diminati pelajar, SMK Muhammadiyah l Sukoharjo datangi Manahan
Industri : Ciptakan SDM unggul sebelum menciptakan produk yang terbaik
Bisnis : Siswa dilibatkan kelola perusahaan, inovasi baru SMK Metland
Inovasi : Building young makers SMK, cetak generasi pencipta kerja
Pelopor : SMK 3 PGRI Malang, pelopor jurusan pembangkit di Jawa Timur
Kerjasama industri : Guru harus paham dan kuasai materi pelajaran
Info publik : Vocational training SMK dan industri, merekat hubungan link and match
     Kemendikbud dorong SMK berbasis keasramaan
Galeri