Buku Khazanah Intelektual hanya dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

101 Pertanyaan Tentang Kesehatan Anak: Tinjauah Kesehatan dan Keagamaan

101 Pertanyaan Tentang Kesehatan Anak

Kalau Anda mencari buku tentang pertanyaan kesehatan dan perkembangan anak yang ditinjau dari sudut pandang medis, maka Anda tidak usah bingung karena di toko buku kesayangan Anda sudah banyak tersedia buku-buku semacam itu. Tetapi kalau Anda mencari buku tentang kesehatan dan perkembangan anak yang tidak hanya menyoroti bidang kesehatan saja, tapi juga dari sisi keagamaannya, maka mungkin Anda akan sedikit kesulitan karena buku semacam ini belum banyak beredar di pasaran.

Buku 101 Pertanyaan tentang Kesehatan Anak yang sedang Anda pegang ini adalah satu dari yang sedikit itu. Kedua sudut pandang pembahasannya (kesehatan dan keagamaan) membuat setiap pertanyaan yang diajukan dibahas secara tuntas dan mendalam.

Ikhtisar Lengkap   
Penulis: Eddy Fadlyana, Sp.A(K), M.Kes, dr. / Aam Amiruddin, Dr. MSi
Editor: Dini Handayani

Penerbit: Khazanah Intelektual
ISBN: 9793838035
Terbit: Agustus 2006, 118 Halaman

Ikhtisar

Kalau Anda mencari buku tentang pertanyaan kesehatan dan perkembangan anak yang ditinjau dari sudut pandang medis, maka Anda tidak usah bingung karena di toko buku kesayangan Anda sudah banyak tersedia buku-buku semacam itu. Tetapi kalau Anda mencari buku tentang kesehatan dan perkembangan anak yang tidak hanya menyoroti bidang kesehatan saja, tapi juga dari sisi keagamaannya, maka mungkin Anda akan sedikit kesulitan karena buku semacam ini belum banyak beredar di pasaran.

Buku 101 Pertanyaan tentang Kesehatan Anak yang sedang Anda pegang ini adalah satu dari yang sedikit itu. Kedua sudut pandang pembahasannya (kesehatan dan keagamaan) membuat setiap pertanyaan yang diajukan dibahas secara tuntas dan mendalam.

Ulasan Editorial

Buku ini bisa dijadikan sebagai panduan penanganan kesehatan bagi anak dalam keluarga, baik jasmani maupun rohaninya. Pertanyaanpertanyaan yang diajukan akan dijawab dari dua sudut pandang, yaitu sudut pandang medis dan sudut pandang agama sehingga diharapkan pertanyaan tersebut akan terjawab dengan tuntas. Buku ini dibuat untuk membantu orang tua dalam melakukan pengobatan, pencegahan, serta memantau secara berkala kesehatan anak sehingga adanya penyimpangan kesehatan dapat diketahui sejak dini

Khazanah Intelektual / Muslik

Pendahuluan / Prolog

Memahami Tanggung Jawab Menjadi Orangtua
Pertumbuhan dan perkembangan anak membutuhkan peran dari kedua orang tuanya. Orang tualah yang paling bertanggung jawab dalam mengembangkan keseluruhan potensi dan eksistensi anak, termasuk kebutuhan fisik dan psikis, sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang ke arah kepribadian yang harmonis dan matang. Ketika dilahirkan, anak seperti kain putih yang bersih, apakah selanjutnya akan menjadi gambaran yang baik atau buruk, bergantung pada orang tuanya.

Semua orang pasti punya keinginan agar anak-anaknya saleh, karena secara kodrati semua orang tua ingin meninggalkan generasi yang lebih baik dari dirinya. Anak merupakan amanah bagi orang tuanya yang harus dijaga kesucian batinnya, dididik, dirawat, dan dibimbing dalam menapaki kehidupan yang penuh tujian. “Dan hendaklah takut kepada Allah, orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap kesejahteraan mereka oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” (Q.S. An-Nisa 4: 9)

Sesungguhnya, keberhasilan pendidikan anak ditentukan oleh tiga unsur penting yang saling terkait yaitu keluarga, pemerintah, dan lingkungan. Dari ketiga unsur ini, peranan keluarga menduduki posisi penting dan strategis sebagaimana difirmankan Allah swt., “Hai orang-orang beriman jagalah dirimu dan keluargamu dari azab neraka …” (Q.S.At-Tahrim 66: 6). Ini mengandung makna bahwa keluarga harus benar-benar bekerja keras untuk mendidik anak-anaknya dengan nilai-nilai keimanan yang bisa menghantarkan pada kebahagiaan dunia dan akhirat.

Penulis

Eddy Fadlyana, Sp.A(K), M.Kes, dr. - Melaksanakan wajib kerja sarjana sebagai Kepala Puskesmas di Kabupaten Subang selama 7 tahun. Melanjutkan pendidikan dokter spesialis anak pada tahun 1992-1995, kemudian melakukan wajib kerja sarjana sebagai dokter spesialis anak di rumah sakit daerah kabupaten Ciamis selama 1 tahun.

Sejak tahun 1997 bertugas sebagai staf pengajar di bagian anak Rumah Sakit Hasan Sadikin/Universitas Padjadjaran Bandung. Saat itu pula berbagai penelitian mulai diterjuninya. Ia belajar melakukan penelitian dari Prof. Anna Alisjahbana sebagai anggota peneliti di WHO CC Collaborating Center di Bandung. Tak lama, ia pun membuat tim penelitian di tempatnya mengajar Hingga kini, sudah banyak hasil dari penelitiannya, di antaranya penelitian mengenai anak jalanan, pemberian makanan tambahan di daerah kumuh, tumbuh kembang anak, dan kini tengah gencar melakukan kajian mengenai imunisasi. “Hobi” meneliti ini mendorongnya bergabung dengan Pusat Penelitian Kesehatan Pangan dan Gizi Masyarakat Unpad. Di sini, berbagai penelitian telah dihasilkan, dan sebagian sudah dipublikasikan di beberapa majalah dan dipresentasikan pada berbagai acara ilmiah.

Hobi lainnya ialah kegiatan pengabdian. Selain aktif di Lembaga Perlindungan Anak Jawa Barat, ia pun menjadi kontributor tetap di Majalah Percikan Iman sejak mulai terbit (tahun 2001), tim medis Yayasan Penderita Anak Cacat, serta tak ketinggalan terlibat dalam berbagai kegiatan yang terkoodinir dalam unit kerja koordinasi Tumbuh Kembang-Pediatri Sosial.

Suami dari dr. Anna Witri dan ayah dari dua orang putri yang cantik ini meraih Magister Kesehatan bidang Ilmu Kesehatan dari FK-Unpad, Bandung, pada tahun 2003. Selain berkutat dengan kesibukannya di bidang penelitian, ia juga membimbing mahasiswa S1 dan S2, serta mahasiswa profesi di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung.
Aam Amiruddin, Dr. MSi - Aam Amiruddin adalah intelektual muda yang senantiasa mengedepankan pendekatan dialog cerdas dalam menyampaikan gagasannya. Karenanya, banyak kalangan menaruh simpati dan mengaminkan opini-opininya. Dia tergolong produktif dalam melahirkan karya-karya intelektual dalam bentuk buku. Tentu saja, kekayaan intelektual tersebut hasil tempaan dunia akademik yang tidak bosan dikenyamnya.

Dia menamatkan studi di Ma’had Ta’lim Lughah al ‘Arabiyyah (sekolah milik Kedutaan Saudi Arabia), mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Saudi Arabia untuk menekuni Islamic Studies di International Islamic Educational Institute, menamatkan program Magister Sains di Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran, serta menamatkan program Doktor Ilmu Komunikasi di Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran. Masyarakat luas mengenal suami dari Hj. Sasa Esa Agustiana, S.H. dan ayah dari Iqbal Rasyid Ridho, Tsania Shofia Afifa, dan Tsalitsa Syifa Afia ini sebagai narasumber di beberapa acara religi di Radio OZ 103,1 FM dan beberapa stasiun televisi swasta, seperti TVOne, RCTI, SCTV, TransTV, dll.

Daftar Isi

KATA PENGANTAR
MENCETAK ANAK
CERDAS
     1. Faktor apa saja yang mempengaruhi kecerdasananak?Benarkah ibu hamil yang sering mendengarkan ataumembaca Al Quran dapat merangsang kecerdasan janin?
     2. Lingkungan tentukan kecerdasan. Apa sajakah yangmempengaruhinya?
PERKEMBANGAN ANAK YANG
NORMAL
     3. Bagaimana memantau perkembangan anak?
     4. Kebutuhan apa sajakah yang harus dipenuhi agar tumbuhkembang anak optimal?
     5. Apa patokan perkembangan normal anak?
AIR SUSU IBU
(ASI)
     6. Apa yang dimaksud dengan ASI eksklusif?
     7. Mengapa ASI saya tidak keluar?
     8. Kapan ASI mulai diberikan?
     9. Apakah ASI bisa mencukupi kebutuhan makan dan minumbayi?
     10. Bagaimana posisi yang benar ketika menyusui?
     11. Saat sakit, perlukah pemberian ASI dihentikan?
     12. Saya wanita karier, mana sempat memberikan ASI?
     13. Menyusui membuat payudara kendur?
     14. Ukuran payudara tentukan banyaknya ASI?
     15. ASI yang keluar pertama kali harus dibuang karena kotor?
     16. Kapan makanan padat boleh diberikan?
BEBERAPA MITOS PADA
ANAK
     17. Bunyi nafas kasar (nyegrog) berarti pengeluaran lendiryang tidak tuntas sewaktu anak lahir?
     18. Mencret adalah “indah”, tanda anak akan menguasaiketerampilan tertentu?
     19. Anak menderita demam karena akan tumbuh gigi?
     20. Atasi anak kejang demam dengan pemberian serbuk kopi/air kopi?
     21. Anak yang sedang menderita cacar air tidak bolehdimandikan?
     22. Penderita Campak harus dimandikan dengan air dinginagar bercak-bercak pada kulitnya cepat keluar?
     23. Bayi tidak boleh keluar rumah hingga berumur 40 hari?
     24. Anak perempuan lebih cepat bicara, sementara anak lelakilebih cepat berjalan?
     25. Anak lelaki lebih rakus pada ASI?
     26. Bayi perempuan lebih cengeng?
     27. Bayi laki-laki lebih sering ngompol?
     28. Bayi laki-laki lebih kebal penyakit?
     29. Tangisan laki-laki lebih kencang?
     30. Perempuan lebih bersikap pasif?
     31. Anak laki-laki lebih cepat besar?
STIMULASI DI
RUMAH
     32. Mengapa stimulasi begitu penting?
     33. Apa sajakah yang perlu diperhatikan?
     34. Apa sajakah stimulasi untuk bayi berumur 0-3 bulan?
     35. Bagaimana dengan stimulasi bayi umur 3-6 bulan?
POPOK SEKALI PAKAI
(POSPAK)
     36. Bagaimana memilih Pospak terbaik?
     37. Apakah yang disebut ruam pada popok itu?
     38. Apa yang harus dilakukan untuk mencegah ruam popok?
     39. Pospak membuat bayi telat mandiri?
     40. Tulang pinggul terganggu gara-gara Pospak?
     41. Pospak bikin ruam popok bertambah hebat?
     42. Pospak akibatkan gangguan pertumbuhan kaki?
IMUNISASI
     43. Betulkah imunisasi bisa menyebabkan Autisme?
     44. Apa sajakah imunisasi yang wajib buat bayi?
     45. Imunisasi 100% melindungi kita dari penyakit?
ANAK SULIT
MAKAN
     46. Apa sajakah penyebab anak sulit makan?
     47. Apakah pemeriksaan pertama yang biasa dilakukan dokter?
     48. Apa saja usaha perbaikannya?
AUTISME
     49. Bisakah Autisme dideteksi sejak bayi?
     50. Bisa dijelaskan, apakah penyebab autisme?
PENYAKIT YANG SERING DIIDAP
ANAK
     DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)
          51. Apa sajakah ciri-ciri Demam berdarah?
          52. Apa ciri-ciri anak dinyatakan sembuh dari DBD?
          53. Betulkah jus jambu bisa mengobati penyakit DBD?
          54. Usaha apa yang bisa dilakukan untuk mencegah DBD?
     TIFUS (Typus Abdominalis)
          55. Apakah penyebab penyakit Tifus?
          56. Komplikasi apa sajakah yang bisa terjadi?
     CAMPAK
          57. Apakah ciri khas penyakit campak?
          58. Kapan penderita mesti dibawa ke dokter?
          59. Bagaimana caranya agar penderita tidak menularkanpenyakit?
          60. Pengobatan apa yang terbaik untuk campak?
          61. Bagaimana mencegah penyakit campak?
     CACAR AIR
          62. Apakah Cacar air itu?
          63. Bagaimana cara penularan Cacar air dan apa kiatpencegahannya?
          64. Apa komplikasi yang bisa timbul dari penyakit cacar air?
     HEPATITIS A
          65. Bisa dijelaskan tentang penyakit Hepatitis A?
     MALARIA
          66. Apa penyebab penyakit Malaria?
          67. Apa pula gejalanya?
          68. Apa komplikasi dan pengobatan dari penyakit malaria ini?
     DEMAM
          69. Apa yang dimaksud dengan demam? Betulkah demamselalu berbahaya?
          70. Bagaimana kita tahu si kecil terserang demam?
          71. Lalu tindakan apa yang sebaiknya dilakukan?
          72. Apa itu kejang dan demam?
          73. Penyakit-penyakit apa saja yang menyertai demam?
     BATUK
          74. Betulkah batuk selalu berbahaya?
          75. Apakah langkah tepat untuk menangani batuk?
          76. Penyakit apa sajakah yang kerap menyertai batuk?
KERACUNAN
MAKANAN
     77. Mengapa bisa terjadi keracunan pada makanan?
     78. Bisakah kita mendeteksi gejala keracunan?
     79. Jika sudah mengalami gejala di atas, apa yang bisadilakukan?
     80. Adakah upaya pencegahan agar keracunan tidak terjadi?
GIGI
     81. Dokter, anak saya berumur 9 bulan, kenapa giginya belumtumbuh?
     82. Bagaimana mengetahui gigi yang akan tumbuh?
     83. Apakah gigi susu penting?
     84. Bagaimana cara menjaga kebersihan gigi bayi?
ROKOK
     85. Apa bahaya merokok terhadap bayi dalam kandungan?
     86. Kenapa rokok merugikan kesehatan?
     87. Bagaimana caranya agar si kecil terhindar dari efek negatifrokok?
PUASA
     88. Usia berapa anak mesti dianjurkan puasa?
     89. Apa sajakah manfaat puasa bagi anak?
     90. Betulkah puasa bisa mengganggu pertumbuhan?
     91. Jadi, faktor apa sajakah yang mesti diperhatikan?
     92. Adakah menu puasa anak yang tepat?
GANGGUAN
TIDUR
     93. Anak saya sering terbangun tengah malam dan menjeritseperti ketakutan. Kenapa terjadi?
     94. Bagaimana cara menanggulanginya?
HIPERAKTIF
     96. Apa yang dimaksud dengan Hiperaktif?
     97. Bagaimana cara orang tua me-ngetahui sedini mungkinanak yang hiperaktif?
PERPISAHAN
     98. Bagaimana dampak psikologis anak akibat kehilanganorang tua?
     99. Bagaimana cara menolong anak agar tidak sedihberkepanjangan akibat perpisahan dengan orang tua?
SENAM
BAYI
     100. Apakah yang dimaksud dengan senam bayi?
     101. Bagaimana caranya dan apa pengaruhnya bagi kesehatanbayi?
DAFTAR PUSTAKA
TENTANG PENULIS

Kutipan

Mencetak Anak Cerdas
Kecerdasan dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan. Faktor genetik sepenuhnya ditentukan keturunan. Jadi, kecerdasan ibu bapaknya merupakan modal dasar yang baik, serta apabila tumbuh kembang anak tersebut dalam lingkungan yang kondusif dengan stimulasi yang berkesinambungan, ini akan memberikan harapan yang lebih tinggi agar anak menjadi cerdas.

Kini tengah dikembangkan metode pendidikan pada janin yang dilakukan dengan memberikan stimulasi (rangsang) pada sel-sel otak janin. Caranya dengan memperdengarkan bacaan Al Quran, nasyid, ceramah, dan lain-lain. Menurut para ahli, organ-organ tubuh janin selesai terbentuk pada usia 5 (lima) bulan dalam kandungan. Setelah masa itu, terjadi proses perkembangan atau pematangan dari seluruh sel-sel organ yang telah terbentuk. Stimulasi pada janin paling tepat lewat suara, karena sekitar usia 24 minggu (6 bulan) kehamilan, organ telinga janin sudah terbentuk dan berfungsi secara sempurna. Bersamaan dengan itu, di usia ini otak janin pun sudah mampu menerjemahkan rangsang suara.

Jadi, memang benar kalau ibu hamil sering memperdengarkan bacaan Al Quran, bisa merangsang selsel otak janin sebelum lahir. Tapi bukan berarti janin akan lebih cerdas dengan kapasitas dan volume otak yang lebih besar, karena bagaimanapun volume otak sudah ditentukan oleh gen masing-masing. Minimal, sel-sel otak sudah diberi stimulasi (rangsang) sedini mungkin hingga ia dapat bekerja lebih optimal.

Perkembangan Anak Yang Normal
Kemampuan perkembangan seorang anak bergantung pada kematangan sistem persyarafan. Oleh karena itu perkembangan mempunyai batasan-batasan tertentu yang sesuai dengan umur. Untuk memantau perkembangan fisik anak, orang tua hendaknya mengetahui secara umum patokan perkembangan, misalnya anak dapat tengkurap pada umur 4 bulan, dapat duduk pada umur 8 bulan, dapat berjalan pada umur 13 bulan. Lebih baik lagi apabila orang tua mempunyai “milestone” tentang perkembangan yang telah tersedia di pasaran, di antaranya adalah kalender tumbuh-kembang.

Air Susu Ibu (ASI)
ASI eksklusif adalah pemberian ASI tidak disertai pemberian tambahan cairan lain, seperti susu formula, jeruk, madu, teh bahkan air putih. Tidak cuma itu. Bayi juga tidak diberi makanan padat lain, seperti biskuit, nasi tim, buah-buahan, pisang, bubur susu, dan lain-lain. Pemberian ASI eksklusif sangat dianjurkan untuk jangka waktu 6 bulan. Mengapa hingga enam bulan? Sebab menurut penelitian dan pedoman internasional,

ASI mampu mencukupi semua kebutuhan gizi dan energi bayi selama 6 bulan pertama hidupnya. Sedangkan jika dilihat dari sudut pandang Islam, menyusui hendaknya dilakukan maksimal selama dua tahun, tapi kalau tidak memungkinkan, ibu boleh menyusui kurang dari dua tahun. Penelitian mutakhir menunjukkan bahwa kualitas ASI tidak bisa digantikan oleh susu apa pun juga. Karena itu, Islam sangat menganjurkan agar para ibu bisa menyusui anak-anaknya. “Ibu-ibu itu menyusukan anak-anaknya dua tahun genap, bagi orang yang menghendaki akan menyempurnakan susuannya.” (Q.S. Al Baqarah 2: 233)

Air Susu Ibu (ASI)
ASI eksklusif adalah pemberian ASI tidak disertai pemberian tambahan cairan lain, seperti susu formula, jeruk, madu, teh bahkan air putih. Tidak cuma itu. Bayi juga tidak diberi makanan padat lain, seperti biskuit, nasi tim, buah-buahan, pisang, bubur susu, dan lain-lain. Pemberian ASI eksklusif sangat dianjurkan untuk jangka waktu 6 bulan. Mengapa hingga enam bulan? Sebab menurut penelitian dan pedoman internasional,

ASI mampu mencukupi semua kebutuhan gizi dan energi bayi selama 6 bulan pertama hidupnya. Sedangkan jika dilihat dari sudut pandang Islam, menyusui hendaknya dilakukan maksimal selama dua tahun, tapi kalau tidak memungkinkan, ibu boleh menyusui kurang dari dua tahun. Penelitian mutakhir menunjukkan bahwa kualitas ASI tidak bisa digantikan oleh susu apa pun juga. Karena itu, Islam sangat menganjurkan agar para ibu bisa menyusui anak-anaknya. “Ibu-ibu itu menyusukan anak-anaknya dua tahun genap, bagi orang yang menghendaki akan menyempurnakan susuannya.” (Q.S. Al Baqarah 2: 233)

Stimulasi Di Rumah
Stimulasi merupakan pemberian rangsangan dari luar, dengan tujuan agar perkembangan anak sesuai dengan tingkat kematangan saraf dan umurnya, sehingga anak akan lebih siap untuk melakukan tugas perkembangan berikutnya. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa anak yang mengalami hambatan/keterlambatan perkembangan pada usia kurang dari 3 tahun, sebagian besar akan mengalami gangguan belajar.

Anak Sulit Makan
Secara umum penyebab anak sulit makan dibagi menjadi 3 faktor. Pertama adalah faktor dari anak, misalnya anaknya sedang sakit. Kedua adalah faktor dari makanan, misalnya makanan yang tidak disukai anak, baik rasanya maupun cara penyajiannya. Ketiga adalah faktor pemberi makanan, apabila yang memberi makan adalah orang yang tidak disukai anak pastinya anak menolak untuk makan.

Autisme
Perilaku anak autisme dapat diketahui sejak dini, misalnya sewaktu bayi ia tidak memiliki senyum sosial. Artinya, bayi tidak pernah tersenyum sewaktu diajak bermain. Tidak mempunyai perilaku melekat (yaitu perasaan lebih senang apabila berada dekat ibunya). Anak tidak dapat membedakan orang yang paling penting dalam kehidupannya, seperti orang tua, kakak, saudara, dan lain-lain. Apabila ditinggal pergi oleh orang tuanya tidak menunjukkan rasa cemas, sejak bayi ngocehnya kurang, perkembangan kemampuan berbahasa umumnya mengalami hambatan. Setelah bertambah umur, bahasa yang di-gunakannya sulit dimengerti oleh orang tua, seringkali melakukan aktivitas yang berulang-ulang, misalnya menggerak-gerakkan anggota tubuhnya tanpa tujuan, bahkan bisa juga membentur-benturkan kepalanya ke dinding.

Penderita akan lebih jelas terlihat saat berkumpul dengan anak sebaya. Saat bermain, ia tidak bisa berinteraksi atau bermain bersama, apalagi dengan alat permainan yang sama. Ketidakstabilan perasaan, perubahan emosi yang tiba-tiba seperti ledakan tawa atau menangis tanpa sebab yang jelas, adalah juga gejala-gejala Aautisme.

Puasa
Sebelum akil baligh, anak sebenarnya tidak wajib berpuasa. Meskipun begitu, sedini mungkin anak mesti dikenalkan dengan salah satu ibadah utama agama Islam ini. Mulai usia batita, misalnya, setidaknya anak dikenalkan dengan suasana puasa. Sesekali anak bisa diajak bangun sahur. Anak bisa mengenali situasi khas saat sahur. Demikian juga ketika beduk Maghrib tiba, anak bisa turut makan dengan keluarga. Di usia prasekolah anak-anak bisa diajarkan berpuasa, tidak usah sampai beduk zuhur, tapi cukup sampai pukul 9 atau 10 pagi. Sesuaikan dengan kemampuan anak. Menginjak usia sekolah (umur 6-12 tahun) anak bisa diajarkan agar berpuasa hingga setengah hari, lebih baik lagi sampai berbuka tiba. Agar motivasinya bertambah, berikan penghargaan, entah berupa pujian atau hadiah kepada anak. Nah, khusus untuk anak usia 9-12 tahun, puasa sudah menjadi kewajiban, orang tua bahkan bisa memberikan sanksi mendidik buat anak. Misalnya, ketika anak sengaja membatalkan puasa tanpa alasan kuat, uang jajannya bisa dipotong.

Mengenai hal ini, Rasulullah saw. pernah bersabda, “Ajarilah anak-anakmu shalat pada usia 7 tahun dan pukullah mereka pada usia 10 tahun, dan pisahkan tempat tidurnya.” Hadis ini memberikan gambaran kepada kita batasan usia seorang anak harus diajarkan melaksanakan kewajiban ibadah dalam Islam, seperti shalat ataupun puasa.

Hal yang penting diingat, tindakan di atas tidak lain untuk melatih anak berpuasa. Jika sejak kecil telah diajarkan, maka ketika beranjak dewasa anak diharapkan telah terbiasa, hingga orang tua tidak perlu lagi memaksa si kecil untuk berpuasa.