Buku Khazanah Intelektual hanya dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Puasa Gue

Puasa Gue

Banyak di antara kita yang belum paham betul tentang seluk beluk Ramadhan. Akibatnya, karena enggan bertanya, kita cuma bisa mengekor pada pendapat orang lain, tanpa tahu pasti ilmunya. Iya kalau pendapat itu benar, kalau ternyata salah?! Malah menyesatkan, bukan?

Nah, di buku ini bakalan dibahas tuntas from A to Z mengenai puasa. Mulai dari sahur, berbuka, terus sampai sahur lagi. Nggak cuma puasa Ramadhan, puasa-puasa lain juga tak ketinggalan. Selain itu, dibahas pula mitos-mitos seputar puasa. Jangan takut, meskipun banyak ayat dan hadisnya, dijamin buku ini nggak njelimet. Pokoknya, seru deh!

Ikhtisar Lengkap   
Penulis: Aam Amiruddin, Dr. MSi
Editor: Muslik / Dini Handayani

Penerbit: Khazanah Intelektual
ISBN: 9799982960
Terbit: Desember 2005, 96 Halaman

Ikhtisar

Banyak di antara kita yang belum paham betul tentang seluk beluk Ramadhan. Akibatnya, karena enggan bertanya, kita cuma bisa mengekor pada pendapat orang lain, tanpa tahu pasti ilmunya. Iya kalau pendapat itu benar, kalau ternyata salah?! Malah menyesatkan, bukan?

Nah, di buku ini bakalan dibahas tuntas from A to Z mengenai puasa. Mulai dari sahur, berbuka, terus sampai sahur lagi. Nggak cuma puasa Ramadhan, puasa-puasa lain juga tak ketinggalan. Selain itu, dibahas pula mitos-mitos seputar puasa. Jangan takut, meskipun banyak ayat dan hadisnya, dijamin buku ini nggak njelimet. Pokoknya, seru deh!

Ulasan Editorial

Untuk remaja sangat dianjurkan baca buku ini, coz kita bisa lebih ngerti tentang puasa dan insya Allah ilmu dari buku ini bisa berguna seumur hidup

Rapper / Ebith Beat A

Pendahuluan / Prolog

Ayo Puasa
Tiada kata yang dapat mewakili rasa bahagia saat Ramadhan tiba, kecuali ucapan hamdalah. Segala puji hanya milik-Mu ya Allah, Engkau masih memberikan umur kepadaku untuk menikmati bulan yang penuh berkah dan ampunan.

Ya, Ramadhan datang lagi tahun ini. Bagi kamu, mungkin Ramadhan kali ini membangkitkan kenangan indah tersendiri. Kenangan kamu ngumpul bareng keluarga saat berbuka dan makan sahur, kesiangan bangun saat makan sahur, tidak sengaja makan dan minum pada hari-hari pertama puasa, bareng teman-teman sekolah bikin acara buka puasa, atau berlapar dan berhaus ria sambil mengerjakan tugas kelompok. Banyak banget suka dukanya, bukan? Namun demikian, kamu pasti mengerjakannya dengan ikhlas mengingat kamu nggak ingin ketinggalan meraih keutamaan-keutamaan yang hanya ada di bulan ini.

Sebagaimana sebuah hadis menyatakan, “Jika masuk bulan Ramadhan, dibukalah pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, dan setan-setan dibelenggu.” (H.R. Bukhari)

Dibuka pintu-pintu surga, maksudnya adalah ibadah pada bulan Ramadhan nilainya berlipat ganda bila dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Kalau kita mengisinya secara optimal, akan terbuka lebar pintu-pintu surga, otomatis pintu neraka pun tertutup karena peluang maksiat berkurang. Dengan demikian, setan pun terbelenggu karena banyak umat yang meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadahnya. Akhir­nya, dosa-dosa ber­guguran dan insya Allah kita akan men­dapatkan rah­mat dan ampunan-Nya.

Rasulullah Saw. per­nah bersabda, “Barang­siapa puasa Ramadhan dengan dasar iman dan meng­harap rido Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (H.R. Ahmad dan Bukhari)

Selain itu, puasa diwajibkan untuk me­nguji level ketakwa­an kita. Allah Swt. ber­firman, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 183)

For your information, puasa Ramadhan diwajibkan satu setengah tahun setelah Rasulullah Saw. hijrah. Ketika itu, Rasulullah Saw. baru diperintahkan mengalihkan kiblat dari Masjidil Aqsha ke Masjidil Haram.

Wah, jadi makin semangat, yah? Tunggu dulu, biar semangat puasanya nggak sia-sia, kudu dibarengi dengan tatacara pelaksanaan yang sesuai dengan contoh Rasulullah Saw. Gimana caranya? Di sini semua bakal dikupas tuntas. Pastikan kamu membaca sampai selesai, ok?

Mandi Besar untuk Menyambut Ramadhan Tidak ada dalil yang mewajibkan mandi besar saat memasuki bulan Ramadhan. Jadi, puasa kamu sah walaupun tidak sempat mandi besar. Mandi besar diwajibkan apabila: Hubungan Intim Apabila suami istri melakukan hubungan intim, mereka wajib mandi saat akan melakukan shalat. Rasulullah Saw. bersabda, “Apabila seseorang berhubungan intim, maka wajib mandi, baik keluar sperma ataupun tidak.” (H.R. Ahmad dan Muslim)

Berhenti Haid atau Nifas Wanita yang berhenti dari haid atau nifas, wajib mandi besar ketika akan melakukan shalat. Rasulullah Saw. bersabda kepada Fatimah binti Abi Hubaisy, “Tinggalkan shalat selama kamu haid, kemudian mandi dan shalat.” (Muttafaq ‘alaih)

Keluar Sperma Laki-laki yang keluar sperma wajib mandi apabila akan melakukan shalat. Hal ini merujuk pada hadis yang disabdakan Nabi Saw., “Wajib mandi itu karena keluar air (sperma).” (H.R. Muslim)

Mimpi Basah Mimpi basah artinya mimpi berhubungan intim atau mimpi yang menyebabkan terjadinya orgasme pada wanita atau keluarnya sperma pada laki-laki. Apabila hal ini terjadi maka wajib mandi. Rasulullah Saw. pernah bersabda tentang seorang wanita yang bermimpi seperti yang biasa dialami laki-laki bahwa mereka harus mandi. Ummu Salamah bertanya, ”Apakah karena itu harus mandi?” Rasulullah Saw. bersabda, “Ya, di sanalah kesamaan pria dan wanita.” (H.R. Muslim)

Hari Jumat Mandi pada hari Jumat bagi laki-laki menurut sejumlah ahli fiqh hukumnya wajib. Dalilnya adalah hadis yang diriwayatkan Abu Said al-Khudri r.a., Rasulullah Saw. bersabda, “Mandi pada hari Jumat hukumnya wajib bagi orang yang sudah baligh.” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Namun, ada sejumlah ahli fiqh yang berpendapat bahwa mandi pada hari Jumat bagi laki-laki bukanlah wajib tapi sunah muakkadah (sunah yang harus diprioritaskan). Hal ini berdasarkan keterangan Samurah bin Jundab r.a. bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda, “Siapa yang berwudlu pada hari Jumat maka baginya kebaikan dan siapa yang mandi maka mandi itu lebih utama.” (H.R. al-Khamsah). Silakan kamu memilih, apakah mau berkeyakinan wajib ataukah sunah. Dua pendapat tersebut sama-sama memiliki dalil. Namun, kalau dicermati dari segi kualitas hadis, sesungguhnya pendapat yang mewajibkan itu dalilnya lebih kuat karena diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim. Berdasarkan analisis tersebut bisa disimpulkan bahwa tidak ada dalil yang mewajibkan mandi besar saat memasuki bulan Ramadhan. Namun, kalau kamu melakukannya, tentu tidak dilarang karena Islam sangat menganjurkan untuk menjaga kebersihan. Syaratnya, jangan dianggap wajib. Wallahu a’lam

Penulis

Aam Amiruddin, Dr. MSi - Aam Amiruddin adalah intelektual muda yang senantiasa mengedepankan pendekatan dialog cerdas dalam menyampaikan gagasannya. Karenanya, banyak kalangan menaruh simpati dan mengaminkan opini-opininya. Dia tergolong produktif dalam melahirkan karya-karya intelektual dalam bentuk buku. Tentu saja, kekayaan intelektual tersebut hasil tempaan dunia akademik yang tidak bosan dikenyamnya.

Dia menamatkan studi di Ma’had Ta’lim Lughah al ‘Arabiyyah (sekolah milik Kedutaan Saudi Arabia), mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Saudi Arabia untuk menekuni Islamic Studies di International Islamic Educational Institute, menamatkan program Magister Sains di Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran, serta menamatkan program Doktor Ilmu Komunikasi di Program Pascasarjana Universitas Padjadjaran. Masyarakat luas mengenal suami dari Hj. Sasa Esa Agustiana, S.H. dan ayah dari Iqbal Rasyid Ridho, Tsania Shofia Afifa, dan Tsalitsa Syifa Afia ini sebagai narasumber di beberapa acara religi di Radio OZ 103,1 FM dan beberapa stasiun televisi swasta, seperti TVOne, RCTI, SCTV, TransTV, dll.

Daftar Isi

Cover
Thank’s to
Daftar isi
Opening
pengertian
puasa
hikmah
puasa
macam-macam
puasa
     A. Puasa yang dilarang
          1. Puasa pada hari Idul Fitri dan Idul Adha
          2. Puasa pada hari Tasyriq
          3. Puasa sepanjang masa
          4. Puasa khusus hari Sabtu
          5. Puasa khusus hari Jumat
          6. Puasa di ‘Arafah
          7. Puasa wanita yang haid dan nifas
          8. Puasa Wishal
          9. Puasa pada hari yang meragukan
          10. Puasa mendahului Ramadhan
     B. Puasa Sunat
          1. Puasa Senin-Kamis
          2. Puasa enam hari pada bulan Syawal
          3. Puasa Tasu’a dan Asyura (9-10 Muharram)
          4. Puasa Daud
          5. Puasa pada bulan Sya’ban
          6. Puasa tiga hari setiap bulan
          7. Puasa ‘Arafah
     C. Puasa Wajib
          1. Puasa Nazar
          2. Puasa Kifarat
          3. Puasa Ramadhan
puasa
ramadhan
     A. Cara Pelaksanaan
          1. Tabyit
          2. Sahur
          3. Imsak
          4. Menjauhi Kemaksiatan
          5. Menyegerakan Ifthar (berbuka)
          6. Doa Berbuka Puasa
     B. Amaliah Puasa
          1. Kedermawanan
          2. Tadarus Al Quran
          3. Shalat Tarawih
          4. I’tikaf
     C. Pembatal Puasa
     D. Bukan Pembatal Puasa
          1. Gosok gigi
          2. Muntah dan mimpi basah
          3. Mencium istri
          4. Diambil darah (donor darah)
          5. Mandi siang hari
          6. Berkumur-kumur
     E. Keringanan Puasa
          1. Boleh berbuka dan wajib qadla
          2. Boleh berbuka dan wajib fidyah
          3. Wajib berbuka dan wajib qadla
     F. Meninggalkan puasa tanpa alasan
menyempurnakan puasa
ramadhan
     A. Zakat Fitrah
     B. Kegiatan Hari Raya Idul Fitri
     C. Puasa Qadla atau Puasa Syawal dulu?
closing
tanya
jawab
daftar
pustaka
tentang
penulis
testimoni

Kutipan

Pengertian Puasa
Secara etimologi atau sudut pandang bahasa, puasa bermakna menahan diri dari sesuatu, baik dalam perkataan maupun perbuatan. Sedangkan menurut definisi ahli fiqh, puasa berarti menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan dari mulai terbit fajar hingga terbenam matahari.

Hikmah Puasa
1. Menghapus Dosa-dosa Kecil
2. Melatih Muraqabah
3. Melatih Pengendalian Nafsu
4. Menajamkan Kepekaan Sosial
5. Menyehatkan Badan

Macam-Macam Puasa
Kalau selama ini kamu cuma tahu puasa Ramadhan saja, wah kamu ketinggalan informasi. Secara garis besar, dalam Islam puasa dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu puasa wajib (fardlu), puasa sunat, dan puasa yang terlarang.

Puasa Ramadhan
Ada lho orang yang puasa tapi tidak mendapatkan pahala sedikitpun! Dia haus, lapar, serta sekuat tenaga menghindari berbagai hal yang membatalkan, tapi toh puasanya tidak dihitung sebagai ibadah. Supaya ini nggak kejadian sama kamu, teknik pelaksanaan puasa harus benar sesuai dengan yang diperintahkan Allah Swt. sebagaimana dicontohkan Rasulullah Saw.

Menyempurnakan Puasa Ramadhan
Genap sudah satu bulan penuh kita melaksanakan ibadah di bulan suci Ramadhan. Boleh-boleh saja kamu bangga dan bergembira ria karena telah mampu melaksanakan ibadah di bulan ini dengan khusu. Tapi tunggu dulu, kewajiban kamu belum selesai. Membayar zakat, melaksanakan shalat Idul Fitri, bersilaturahmi dengan keluarga, saudara, teman, dan tetangga adalah rangkaian kegiatan selanjutnya yang harus kamu lakukan. Khusus untuk perempuan, kamu kudu secepatnya membayar utang puasa Ramadhan selama kamu haid. Yang satu ini sebaiknya jangan ditunda-tunda. Semakin kamu menunda, semakin malas mengerjakannya.

Testimoni
“Makna puasa itu menahan. Menahan nafsu makan, minum, serta nafsu terhadap lawan jenis. Pokoknya semua nafsu yang sifatnya negatif.” — Khilda, 16 th.

“Yang paling dirindukan pas puasa Ramadhan adalah bangun subuh-subuh, masak bareng Mama, makan bareng sekeluarga, dan ngebangunin keliling sekitar komplek rumah.” — Ami, 17 th.

“Pas puasa kan kita menahan lapar, tapi hal itu nggak kerasa lho. Aku seneng dan enjoy aja menjalaninya. Terus biasanya kalau puasa bawaannya pasti cepet marah. Jadi ketimbang marah-marah nggak jelas, mending tidur aja kali ya? He ... he ... he...” — Novi, 17 th.

“Pernah puasa sunat. Yang paling sering puasa Syawal. Puasa Senin Kamis kadang-kadang.” — Panji, 17 th.

“Mengatasi bau mulut saat puasa, kata guru ngaji sih biasain aja sikat gigi setiap mau shalat (sekalian pas wudlu). Rasulullah juga memberi contoh seperti itu.” — Hana, 17 th.

“Pas masuk SD sudah wajib tamat puasa Ramadhan sama ortu. Itu nggak masalah karena sejak TK sudah mulai diajarin walaupun hanya sampe jam satu atau dua siang. He he he...” — Edwin, 16 th.

“Godaan paling berat pas puasa adalah godaan pada waktu kita mau beramal. Suka ada aja godaan agar kita tidak melakukan hal-hal yang baik itu. Misalnya, pas mau melakukan shalat, ah nanti aja masih capek.” — Edwin, 16 th.

“Aku belum bayar utang puasa tahun kemaren nih. Banyak kegiatan dan lingkungannya nggak mendukung. Ngeliat banyak orang pada makan, nggak kuat nahan lapar.” — Icha, 17 th.

“Dengan puasa kita jadi lebih menghargai waktu dan melatih kesabaran.” — Katrin, 17 th.

“Batasi pacaran selama puasa dengan sms-an atau telepon-teleponan doang biar ada jarak.” — Rendi, 17 th. Ngabuburit di rumah aja main game Harvestmoon tentang keseharian petani, gitu. Main itu sampe jam lima kadang-kadang sampe waktu buka puasa.” — Fanny, 17 th.

“Bau mulut pas puasa? Pe De aja. Bau surga. He he he...” — Edwin, 16 th.

“Pas puasa, sibukin diri dengan mengerjakan tugas-tugas sekolah, misalnya ngisi buku kegiatan Ramadhan.” — Indra, 17 th.

“Aku mulai dibiasakan puasa sejak kelas 1 SD. Waktu itu inget suka nyolong es di bawa ke WC, trus kalau wudlu suka diminum. Abisnya nggak tahan haus sih. Bener-bener full ngejalanin puasa Ramadhan waktu kelas 3 SD. Saat itu aku dah ngerti apa puasa itu.” — Icha, 17 th.

“Bayar utang puasa tahun kemaren paling pas liburan biar nggak banyak halangan.” — Katrin, 17 th.

“Tahun kemaren aku full dong puasanya.” — Panji, 17 th.

“Ngabuburit? Menjelang waktu buka puasa sekitar setengah enaman, main bola. Olah raga kan bikin kita seger. Haus dikit gak apa apa. Begitu adzan, langsung deh cuci kaki, cuci tangan, trus minum.” — Willy, 17 th.

“Pas puasa, sibukin diri dengan mengerjakan tugas-tugas sekolah, misalnya ngisi buku kegiatan Ramadhan.” — Indra, 17 th.

“Biar nggak gampang batal pas puasa, yakinkan dalam diri kita bahwa kita tidak lapar ataupun haus. Jangan sering-sering liat jam.” — Kamelia, 17 th.

“Manfaat puasa membuat kita jadi lebih dekat sama Allah.” — Wilman, 17 th.

“Arti Idul Fitri adalah kembali pada kesucian. Memulai lagi dari awal, tapi bukan memulai dosa lagi.” — Indra, 16 th.

“Idul Fitri adalah hari yang paling pas buat maaf-maafan.” — Fanny, 17 th.

“Yang paling senang dari Idul Fitri adalah dimaafkannya dosa, baik kepada Allah ataupun orang-orang di sekitar kita.” — Diki, 16 th.