Obsesi Daud Yordan

Majalah Mens Obsession - Edisi 05/2018
21 Mei 2018

Majalah Mens Obsession - Edisi 05/2018

Pria berpostur tegap tersebut berharap pertandingan melawan pierre nanti bisa dihelat di Indonesia. / Foto : Istimewa

Mens Obsession
Keberhasilan pria kelahiran Simpang Dua, Ketapang, Kalimantan Barat itu membawa pulang sabuk juara tinju kelas ringan WBA Asia dan WBO Intercontinental tersebut dari hasil pertarungannya di DIVS, Ekaterinburg, Rusia, Senin 23 April 2018 dini hari WIB. Dalam pertandingan tersebut, Daud menang KO atas lawannya dari Rusia Pavel Malikov.

Peringkat pada WBA Daud juga naik ke posisi dua setelah sebelumnya berada di posisi enam. Kondisi ini jelas menguntungkan untuk pertandingan berikutnya. Pria berdarah Dayak dan Tionghoa ini hanya butuh delapan ronde untuk menjadi juara. Pukulan keras ke rusuk kiri yang dilanjutkan dengan hook kiri ke wajah Malikov membuat sang lawan yang tak pernah kalah itu tumbang.

Melihat dari catatan bertarung lawan, Malikov (32) memiliki rekor bertarung 13 kali menang, dengan lima kemenangan KO, dan belum pernah kalah. Meski jam terbangnya tidak sebanyak Daud, tapi Malikov dinilai tetap harus diwaspadai karena memiliki ketangguhan khas petinju Rusia. “Kemenangan saya atas Malikov menjadi spirit untuk mengembalikan kejayaan tinju Indonesia,” tegasnya. Hal ini pun membuka mata kita dan dunia bahwa Daud sudah siap untuk ke jenjang lebih tinggi yaitu mengejar predikat juara dunia.

Saat ini, Daud memiliki rekor bertanding dengan 37 kemenangan, 25 menang KO, dan tiga kali kalah. Kekalahan yang pernah dirasakan Daud adalah saat mencoba merebut gelar kelas bulu interim versi WBA dari petinju Panama Celestino, April 2010. Kekalahan kedua ia alami saat menantang sesama petinju Indonesia Chris John, 17 April 2011. Ketika itu, Daud kalah angka sehingga gagal merebut gelar juara dunia WBA kelas bulu dari Chris.

Majalah Mens Obsession dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI