Bagaimana membaca pikiran bankers?

Majalah Money&I - Edisi 107
10 Januari 2019

Majalah Money&I - Edisi 107

"persepsi para banker adalah cashflow dan risiko. Perhitungkan dua faktor tambahan ini dalam kegiatan bisnis, maka Anda akan mendapatkan the biggest leverage yang disediakan dalam dunia bisnis moderen.” / Foto : Freepik.com

Money&I
Pada dasarnya, kelangsungan hidup bank itu dari memberi pinjaman. Jadi bank tidak perlu disuruh-suruh untuk memberi pinjaman. Bank tidak pernah pelit, semakin banyak pinjaman yang disalurkan, kian makmur bank tersebut.

Yang perlu dipersiapkan oleh kita sebagai peminjam adalah memberi keyakinan kepada bank, bahwa pinjaman tadi bisa dikembalikan utuh beserta bungabunganya.

Jadi harus ada track record. Itu sebabnya start up terlalu berisiko untuk dibiayai Walaupun ada agunan yang memadai, tanpa kemampuan membayar yang justified, bank merasa mengundang masalah. Track record ini harus bisa di verifikasi. Ada catatannya, ada pembukuannya.

Harus ada integritas. Jadi karakter kita merupakan jaminannya. Seringkali kredit bermasalah yang saya jumpai, bukannya disebabkan karena problem bisnis, melainkan karena masalah lack of character ini. Orang bilang, a man is as worthy as his word.

Terakhir adalah adanya agunan. Bank tidak boleh menanggung risiko bisnis. Jadi jika suatu dan lain hal bisnis kita gagal, penjualan agunan dapat digunakan sebagai upaya terakhir untuk melunasi pinjaman.

Nah, kalau kita fokus dengan tiga hal di atas, hampir pasti bank akan memberikan pinjaman yang kita butuhkan. Kita mungkin tidak perlu ke kantor bank untuk meminta pinjaman, pihak bank yang akan datang mencari kita untuk memberikan pinjaman. Berikut adalah beberapa tips yang bisa saya ceritakan untuk mempertajam keberhasilan Anda ‘menggunakan uang’ bank.

Majalah Money&I dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI