Dampak ‘Zig Zag’ Mr. Tariff Man & dilema pertumbuhan

Majalah Money&I - Edisi 107
10 Januari 2019

Majalah Money&I - Edisi 107

Tingkat loyalitas yang berubahubah menunjukkan adanya peluang unik bagi bisnis untuk melipat gandakan kemampuan dalam mempertahankan tenaga kerja. / Foto : Mindandi - Freepik.com

Money&I
Coba bayangkan, di awal bulan November harga minyak masih diatas US$ 70 per barel, namun di pertengahan bulan Desember 2018, turun drastis di kisaran US$ 50 per barel. Suku bunga di Amerika juga bak ‘tebak-tebak Manggis’, awalnya diprediksi The Fed akan terus menaikkan suku bunga, namun belakangan berspekulasi bahwa The Fed akan mengakhiri normalisasi kebijakan moneter di AS. Sekalipun memang, masih diprediksi akan menaikkan kembali suku bunga beberapa kali lagi di tahun 2019.

Belum lagi dengan ‘adu otot’ antara Donald Trump dan Xi Jinping soal perang dagang yang eskalasinya bukan tidak mungkin meningkat. Kabarnya, ini baru akan berakhir pada saat pemilu AS tahun 2020 nanti. Alex P Chandra sendiri mengutip review soal sejarah perang antara penguasa dan penantang sejak masa Romawi, dimana hanya 4 diantaranya yang tidak berakhir dengan perang bersenjata. Selebihnya, semua berakhir dengan dengan tumpah darah.

Tentu terlalu dini untuk mengatakan perang dagang AS (Penguasa) dan China (penantang) akan berakhir dengan perang senjata dan tembak-tembakan. Bahkan kabarnya, ini tak melulu soal ekonomi, namun rivalitas untuk dominasi global. Presiden AS Donald Trump yang menyebut dirinya Tariff Man, merasa kesal karena impor barang dari negeri Tirai Bambu ke negaranya, mencapai US$ 55,5 M sampai dengan Oktober 2018 lalu, bahkan ini merupakan defisit terbesar sepanjang sejarah perekonomian AS-China.

Sementara ekspor produk AS ke China hanya seperempatnya. Trump menerapkan tarif 10% terhadap barangbarang China senilai US$ 200 M pada September, dan akan meningkatkannya lagi menjadi 25% pada 1 Januari 2019. Targetnya, mengurangi defisit senilai US$ 336 M. Bahkan Trump juga mengancam akan menaikkan barang China lainnya yang sejauh ini belum dikenakan tarif.

Majalah Money&I dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI