Binter Merzy-KZ 200 1981, Tangerang

Tabloid Motor Plus - Edisi 903
22 Juni 2016

Tabloid Motor Plus - Edisi 903

Choppa kata gaulnya chopper. Kata lelaku modifikasi setelah era bobber di tahun 60-an. Waktu itu, rider yang nggak punya modal, nyusruk ke junk yard cari rongsokan mesin yang bisa digarap. Mereka bikin sasis, dan jadilah aliran modif yang mendunia. / Foto : Silo

Motor Plus
Choppa kata gaulnya chopper. Kata lelaku modifikasi setelah era bobber di tahun 60-an. Waktu itu, rider yang nggak punya modal, nyusruk ke junk yard cari rongsokan mesin yang bisa digarap. Mereka bikin sasis, dan jadilah aliran modif yang mendunia. Para outlaws di Amerika, juga sama. Mereka benci penampilan motor gendut Harley-Davidson atau Indian yang dijulukinya HOG (babi hutan), atau malah disebut garbage wagon (maaf: gerobak sampah).

Lewat langkah ini mereka mengkritisi motor, dichop (potong) sampai bikin sasis. Ini lelaku modifikasi gede, hingga bobot motor lebih ringan dan bisa mengalahkan motor polisi saat kejar-kejaran di high way. Chopper memang makin ringkas. Itu sekilas nostalgia choppers tempo dulu! Sayangnya, style choppers makin jarang di zaman sekarang ini. Customizer juga rider penggila modif, lebih suka gaya street track, scrambler atau vintage minimalis. Mereka jarang merombak sasi secara radikal.

Alhasil, sasis relatif standar dengan trail dan rake pabrikan. Buat builder, ini tentu dianggap lebih simpel dan nggak perlu banyak mikir. “Makanya disinilah tantangannya! Kustom saya kali ini benar-benar modifikasi besar, chopper ol skool,” buka Ajat Custom 99, builder sekaligus pemilik motor keren ini.

Konsep. Genre sub choppernya, dipilih gaya bratstyle yang sebenarnya nama bengkel di Tokyo Jepang. Dulunya mereka merombak Jepangan cc menengah, semisal XS 650 atau SR 400. Sentuhan ala Ajat juga kental. Saat proses ia sempat diskusi soal taste dengan EM-Plus. “Maunya minimalis, mewah tapi tidak poser.

Stylis dan ridiable. Inginya jadi maskot bengkel dan pede diikutkan kontes,” jelasnya. Ia termasuk open minded saat progress. EM-Plus usulkan agar handle bar alias setang jangan terlalu ke atas tapi minimal rata dengan permukaan tangki paling atas. Artinya, enggak menganut baby ape hanger tapi lebih dekat ke drag bar walau ada lengkungan sedikit dan ia setuju.

Tabloid Motor Plus dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI