Honda Tiger 2010, V-Rod 3 silinder 369 cc

Tabloid Motor Plus - Edisi 906
13 Juli 2016

Tabloid Motor Plus - Edisi 906

Benny Zuliansyah atau lebih dikenal dengan sebutan Benny Zuk merekayasa Honda Tiger jadi seperti Harley- Davidson V-Rod. / Foto : istimewa

Motor Plus
Benny Zuliansyah atau lebih dikenal dengan sebutan Benny Zuk merekayasa Honda Tiger jadi seperti Harley- Davidson V-Rod. Bukan sekadar rancang bangun bodi dan sasis dibentuk seperti kuda pacu buatan Amerika itu. Suara mesin pun dibuat seperti HD beneran. Namun merancang ulang Tiger jadi HD V-Rod sama saja membuat motor baru. Dari motor Tiger yang dimanfaatkan hanya crankcase tempat nemploknya nomer mesin. Selebihnya handmade alias bikin ulang. Hasilnya juara 1 kelas FFA di atas tahun 2006 di event Honda Oto Contest 2016 beberapa waktu lalu di Solo. Bremmmmmm….. KRUK AS & CRANKCASE. Mendapatkan suara mesin yang membahana macam Harley-Davidson, tentu mesin harus dibikin lebih dari satu silinder. Harvest Motorsport yang dibosi Benny bekerja sama dengan AJM (Alip Jaya Motor) Racing.

Mesin dibikin satu silinder dengan firing order atau ledakan pembakaran 1-3- 2. Artinya urutan pembakaran silinder 1 disusul silinder 3 dan silinder 2. Suara mesin dibikin susul-menyusul atau bergantian. Untuk mendapatkan suara yang bergantian, menggabungkan 3 kruk as milik Honda CB100. Memiliki stroke atau langkah seher standar 50 mm. Kruk as dibikin sempit agar masuk di crankcase Honda Tiger. Metode menggabungkan crankcase menggunakan dua sistem las. “Las babet biasa dan las argon,” jelas Benny yang memiliki peralatan layaknya bengkel bubut.

Blok & Kepala Silinder. Untuk blok silinder dipilih tetap dari merek Honda. Dipakai dari milik Honda BeAT yang digabung jadi satu. Isinya menggunakan seher milik Honda GL100 yang memiliki diameter 56 mm. Jika kita melihat kruk as standa CB100 yang memiliki stroke 50 mm digabungkan dengan diameter seher GL100 56 mm, akan ketahuan kapasitas silindernya. Dihitung menggunakan rumus volume silinder jadinya 369 cc. Untuk suplai gas bakarnya masih diatur oleh mekanisme klep standar Honda BeAT. Termasuk kem dan tensioner rantai keteng, masih menggunakan dari matic buatan Honda itu.

Tabloid Motor Plus dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI