Jorge Lorenzo, pengalaman spiritual menekan ego sang jawara

Tabloid Motor Plus - Edisi 906
13 Juli 2016

Tabloid Motor Plus - Edisi 906

Bertemu dengan anak penderita sakit parah, orang miskin dan penyandang disabiliti menjadi sebuah pengalaman spiritual yang sangat membekas. / Foto : istimewa

Motor Plus
Bertemu dengan anak penderita sakit parah, orang miskin dan penyandang disabiliti menjadi sebuah pengalaman spiritual yang sangat membekas. Jorge Lorenzo merasakan hal itu saat mengunjungi Yayasan Vicente Ferrer di Anantapur, India Desember tahun lalu.

Dalam kunjungannya ini, juara dunia MotoGP tahun lalu ditemani penerus yayasan, Moncho Ferrer. Jorge merasa dirinya tak ada apa-apanya dibanding dengan para pekerja sosial yang membantu sesamanya. “Terkadang sebagai atlet kami dianggap seperti pahlawan, tetapi saat saya lihat mereka di yayasan ini dengan menolong sesama, saya menjadi sadar bahwa merekalah pahlawan sesungguhnya,” ungkap pembalap bernomor 99 ini.

Ia menambahkan, atlet tak mampu mengubah dunia, tetapi apa yang dilakukan pekerja sosial ini mampu menjadikan dunia lebih baik. “Di sini kalimat kemanusiaan, harapan, ketekunan, solidaritas menjadi nyata dalam keseharian.” Pengalaman spiritual seperti inilah yang sangat membekas bagi Jorge Lorenzo. Sebagai juara dunia MotoGP 3 kali dirinya mampu berbuat apa saja. Ketenaran, kemasyhuran, harta bergelimang ada pada sosoknya. Jadi, sah saja sebagai juara dunia dengan segala hal yang dimilikinya, mempunyai ego yang tinggi dan sikap lebay.

Namun, jika melihat pada faktanya, hal itu tidak dilakukannya. Sikap mampu menekan ego dan lebih ‘tenang’ serta konsisten tercermin dari gaya membalapnya. Di musim 2016 ini pembalap berusia 29 tahun itu jauh lebih matang. Dari ke-6 seri sepanjang tahun ini, Jorge sangat konsisten. Hanya sekali saja ia tak peroleh poin karena jatuh, yakni di seri kedua yang berlangsung di sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina. Di seri ke-3 yang berlangsung di Austin, Amerika Serikat misalnya. Egonya sebagai seorang juara dunia mampu dibendungnya manakala dirasa tak mampu untuk merebut posisi pertama yang saat itu di tangan Marc. Berdasarkan analisis jalannya lomba sejak lap ke-5 Jorge di posisi ke-2 catatan waktunya semakin menjauh dibanding Marc Marquez.

Tabloid Motor Plus dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI