Tim pilihan pembalap MotoGP, tim satelit semakin tersingkir

Tabloid Motor Plus - Edisi 908
27 Juli 2016

Tabloid Motor Plus - Edisi 908

Bukan cuma di atas lintasan, di luar lintasan juga posisi tim satelit di MotoGP kian tersingkir. / Foto : MotoGP, Eka

Motor Plus
Bukan cuma di atas lintasan, di luar lintasan juga posisi tim satelit di MotoGP kian tersingkir. Bisa dilihat dari kaburnya para pembalap muda berkualitas dari tim satelit ke tim pabrikan. Coba tengok tim Tech3, dua ridernya yakni Pol Espargaro dan Bradley Smith meninggalkannya untuk hijrah ke tim pabrikan baru. “Dua tahun lalu posisi tim satelit ada di kasta kedua di MotoGP. Sekarang, kasta tim satelit kembali turun menjadi ketiga. Pabrikan baru seperti KTM, Suzuki dan Aprilia mengisi kasta kedua.

Makanya, banyak pembalap muda berbakat hijrah ke pabrikan baru tersebut. Padahal, secara motor Yamaha YZR-M1 yang kita gunakan masih lebih kompetitif dari beberapa pabrikan baru tersebut,” ucap Herve Poncharal bos tim Tech3. Meski saat ini performa motor tim pabrikan baru seperti Aprilia masih belum bisa mengimbangi tim satelit Yamaha, Honda dan Ducati, pembalap muda tetap tertarik dengan Aprilia bahkan KTM yang baru memulai debut musim depan. Mereka tertarik dengan support full teknologi terbaru yang hanya bisa didapat di tim pabrikan.

“Untuk saya tim pabrikan masih lebih baik dibandingkan tim satelit. Di tim satelit kita hanya mendapatkan paket motor yang digunakan tahun lalu. Itu sangat tertinggal. Makanya, saya lebih memilih bergabung ke tim pabrikan Aprilia meski masih meraba. Paling tidak, support teknis yang mereka berikan ke pembalap pasti maksimal,” ucap Sam Lowes, pembalap Federal Oil Gresini Moto2 yang tahun depan bergabung ke Aprilia MotoGP. Kalau sudah seperti ini, nasib tim satelit akan terpojok. Herve sudah menegaskan kalau susah untuk mendapatkan pembalap muda bertalenta saat ini. Semuanya menginginkan pembalap di tim pabrikan. Tidak ada yang melirik ke tim satelit. Padahal, disatu sisi tim satelit juga butuh pembalap bagus untuk memikat sponsor. Jika regulasi tetap begini, bukan tidak mungkin akan banyak tim satelit yang gulung tikar.

Tabloid Motor Plus dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI