Kawasaki New Ninja 250 2015, suspensi hard trik juara race 1

Tabloid Motor Plus - Edisi 911
18 Agustus 2016

Tabloid Motor Plus - Edisi 911

Aksi rider Jepang, Tekehiro Yamamoto saat berlaga di Asia Road Racing Championship (ARRC) (7/8) lalu di sirkuit Sentul, Bogor, cukup memukau. Yamamoto dengan Kawasaki New Ninja 250 jebolan tahun lalu, berhasil naik podium teratas di race pertama kelas AP250. Kuncian pembalap tim Trickstar Racing ini, seting suspensi hard untuk menghadapi aspal Sentul. / Foto : Ajie, Yudi

Motor Plus
Aksi rider Jepang, Tekehiro Yamamoto saat berlaga di Asia Road Racing Championship (ARRC) (7/8) lalu di sirkuit Sentul, Bogor, cukup memukau. Yamamoto dengan Kawasaki New Ninja 250 jebolan tahun lalu, berhasil naik podium teratas di race pertama kelas AP250. Kuncian pembalap tim Trickstar Racing ini, seting suspensi hard untuk menghadapi aspal Sentul. “Tahu sendiri karakter aspal Sentul seperti apa, banyak gelombangnya. Makanya seting sok depan-belakang agak hard, biar stabil dan enggak ngayun. Per sok belakang WP diganti lebih keras, termasuk per sok depan dikustom oleh Trickstar, dengan sulingan yang lebih panjang. Oil level sok depan naik jadi 10 mm,” tukas Togab Fajar, Tim Mekanik Trickstar Racing asal Bogor, Jawa Barat.

PENGALAMAN 6 TAHUN. Kalau ngomongin sektor dapur pacu, nampaknya enggak banyak yang istimewa. Sebab, sebagian besar masih pakai part standar. Memang orang Jepang, lebih percaya terhadap part OEM untuk mesin. Namun, keberhasilan Tekehiro Yamamoto, didukung pula oleh skill yang cukup bagus. Tercatat, pembalap ini punya pengalaman 6 tahun di kelas GP 3 event All Japan Championship. Wih.. pantes kenceng! BLOK DAN PISTON. Piston masih adopsi diameter 62 mm lansiran OEM Kawasaki Jepang, tanpa ubahan khusus. “Kompresi diseting 12,2:1, untuk meminum bensin oktan 95. Mendem seher dari bibir silinder (saat di TMA), dibikin 0,5 mm. Bila ditambah gasket jadi 0,68 mm. Clearance ini masih aman,” jelas Ajay, panggilan Togab Fajar.

HEAD DAN NOKEN AS. Lubang in dan ex, dihaluskan lewat porting polish. Klep in dijejalkan 22,5 mm dan ex 20 mm. Celahnya 0,20 mm (in) dan 0,24 (ex) mm, dikombinasi tebal shim ukuran 200 – 205. “Noken as standar, hanya timing buka-tutup klep digeser agar LSA didapat 100°-103°, supaya overlap tinggi,” tukas Ajay. THROTTLE BODY DAN ECU. Throttle body (TB) pakai standar berventuri 28 mm. TB dikustom sistem airbox yang diambil dari depan, agar asupan udara lebih banyak dan bersih.

Tabloid Motor Plus dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI