Kejurnas motocross, seri VIII, Aceh Timur, saatnya pembalap lokal bertarung

Tabloid Motor Plus - Edisi 912
24 Agustus 2016

Tabloid Motor Plus - Edisi 912

Di Kejurnas Motocross Seri VIII di sirkuit Permanen Idi, Aceh Timur, yang berlangsung minggu lalu (20/8- 21/8) harusnya jadi ajang crosser lokal curi ilmu. Soal menang atau kalah itu urusan belakangan. / Foto : Niko

Motor Plus
Di Kejurnas Motocross Seri VIII di sirkuit Permanen Idi, Aceh Timur, yang berlangsung minggu lalu (20/8- 21/8) harusnya jadi ajang crosser lokal curi ilmu. Soal menang atau kalah itu urusan belakangan. Yang penting uji nyali, teknik, fisik dan jangan minder untuk turun di kejurnas. Bagaimana enggak Kejurnas Motocross Aceh Timur yang diikuti lebih dari 30 rider motor terbang dan satu pembalap Australia banyak manfaatnya. Belum lagi sirkuit Idi sudah mengikuti karakter motocross. Panjang 1,2 km, lebar lebih dari 10 meter, dan trek lurus terpanjang lebih dari 110 meter. Bentuk camber yang parabola memanjakan mesin bisa bergasing di rpm menengah atas.

Dengan sirkuit dan crosser nasional yang hadir, penonton Aceh Timur yang datang lebih dari 10.000 ribu orang terhibur. Asyik banget menyaksikan pertarungan pembalap Indonesia speed jump melewati rintangan jenis camel, triple, dan table top. Termasuk juga, pertarungan crosser Indonesia dengan sirkuit memenuhi standar nasional di Kejurnas Motocross Aceh Timur sangat menguntungkan untuk pembalap lokal. “Turun di kejurnas mau tahu tingkat pembalap kami. Kurangnya di mana, itu yang kami lihat di event kejurnas,” jelas Arinaldi, pemilik tim Triple 3 MX Dedy Coffe One Six One Jersey, Banda Aceh. “Kalau cuma balap di kejurda susah jadi patokan. Bagusnya lihat dan balap di kejurnas biar tahu skill kita,” timpal Rifqi Osta, crosser asal Aceh Barat dari tim Triple 3 MX. Rifqi turun di kelas MX2 Junior.

Turun di event besar motocross pernah dirasakan langsung Andrea Sondakh. Lebih dari 10 tahun lalu crosser yang besar di Sulawesi Utara ikutan FIM-UAM Asia Motocross Championship di kelas SE 85 cc di Manado, Sulut. “Dulu saya tim kecil. Tapi, manfaatnya ada yang ngajak untuk balap di Jawa setelah dari balapan Asia di Manado,” ungkap Andre yang Juara Nasional empat kali dari tim Djagung Pertamax Racing Dunlop Orca Husqvarna.

Tabloid Motor Plus dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI