Upgrade Honda All New Honda CBR150R, pakai mesin sonic jadi 1,53 detik

Tabloid Motor Plus - Edisi 912
24 Agustus 2016

Tabloid Motor Plus - Edisi 912

Fabrianus Balank memang baru sekali ini tampil bersama tim Honda Ultraspeed Proliner Traxx D BPRO RCB. Perdananya di ajang Kejurnas Sport 150 cc seri III, yang dihelat di sirkuit Sentul, Bogor, beberapa waktu lalu pakai Honda All new CBR 150R. / Foto : Ajie, Uje

Motor Plus
Fabrianus Balank memang baru sekali ini tampil bersama tim Honda Ultraspeed Proliner Traxx D BPRO RCB. Perdananya di ajang Kejurnas Sport 150 cc seri III, yang dihelat di sirkuit Sentul, Bogor, beberapa waktu lalu pakai Honda All new CBR 150R. Balank mampu catatkan best time 1 menit 53,036 detik saat sesi kualifikasi. Meski gagal finish saat race akibat terjatuh, rider asal DKI ini membuktikan All New CBR 150R garapan Freddy Gautama ini cukup potensial untuk seri-seri berikutnya. Mesin yang terpasang di motor Balank merupakan mesin Honda Sonic 150R yang memiliki kode sama, yakni K56. Mesin ini memang sudah diriset cukup lama oleh Freddy.

Menurut hasil tes di atas mesin dyno merek DynoMite bikinan Amerika, peningkatan tenaga cukup drastis. Sonic 150R yang standarnya bertenaga 12,9 hp/9.300 rpm, setelah dikorek naik jadi 23 hp/13.200 rpm. Torsinya tercatat 13,9 Nm/11.300 rpm. Wah apa aja nih korekannya? PISTON. Kompresi motor dari Balank diset di angka 12,5 : 1 untuk minum BBM Pertamax Plus. Kompresi segitu didapat dengan mengadopsi piston berlabel Kawahara Racing berdiameter 57,25 mm yang dipasang flat terhadap bibir liner, alias tanpa mendem. Clearance piston cuma andalkan ketebalan paking head standar, yaitu 0,5 mm.

KLEP & KEM. Klep standar pabrik diganti pakai produk SRP yang memiliki diameter 24/21 mm (in/ ex). Sementara agar tangguh meladeni trek lurus Sentul, profil noken as diracik ulang dengan durasi kembar 243°, baik in maupun ex. Klep in diset membuka 20° sebelum TMA dan menutup 43° setelah TMB. Sedang ex-nya membuka 43° sebelum TMB dan menutup 20° setelah TMA. Untuk LSA (Lobe Separation Angle) bermain diangka 106° derajat dan lift klep 8,5 mm. ECU & THROTTLE BODY. Biar aliran bensin ke mesin makin deras maka, throttle body (TB) model butterfly standar direamer jadi 33 mm. TB ini dipasangkan double injector berlabel SRP dengan spek 200 cc/menit. “Double injectornya masih pakai sistem paralel.

Tabloid Motor Plus dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI