Upgrade performa Honda CBR 150R, makin irit dan bertenaga berkat 5 part

Tabloid Motor Plus - Edisi 912
24 Agustus 2016

Tabloid Motor Plus - Edisi 912

Honda CBR 150R, dari pabriknya memang sudah terlahir kencang yang diklaim ber-DNA MotoGP Honda. Dengan mesin 150 cc DOHC 4 valve, mampu mengail tenaga cukup beringas di kelasnya. Namun ada saja yang merasa kurang dengan tenaga yang dihasilkan. Akhirnya langkah upgrade performa pun ditempuh. / Foto : Agusw

Motor Plus
Honda CBR 150R, dari pabriknya memang sudah terlahir kencang yang diklaim ber-DNA MotoGP Honda. Dengan mesin 150 cc DOHC 4 valve, mampu mengail tenaga cukup beringas di kelasnya. Namun ada saja yang merasa kurang dengan tenaga yang dihasilkan. Akhirnya langkah upgrade performa pun ditempuh. Tapi, tidak semua biker penyemplak CBR 150R mau mesinnya dioprek ekstrem. “Bisa pilih pakai part bolt on aja kok. Dijamin tarikan bawah hingga menengah jadi lebih ngisi. Meski tarikan atasnya kurang pengaruh. Ini sudah cukup memuaskan,” bilang Robi Gunawan, member klub CBR Bogor Riders.

Part pendongkrak tenaga yang Robi aplikasi hanya 5 macam, yakni saringan udara berlabel Ferrox, busi NGK Platinum, knalpot Twobrothers, kampas kopling WRX dan per kopling CLD. “Pakai part-part tersebut, selain tenaganya makin ngisi di bawah dan tengah, konsumsi bensin juga jadi lebih irit loh,” aku pria yang tinggal di Jl. R. Kosasih, Ciapus, Bogor Selatan. Untuk membuktikan ucapan Robi itu, EM-Plus dikasih jajal CBR 150R keluaran 2012 miliknya yang sudah menempuh jarak 23.789 km. Metode pengujian, motor dikendarai normal di jalan raya. Bahan bakar pakai bensin dengan RON 95, dengan metode pengukuran konsumsi BBM, full to full.

Rute yang ditempuh dari Bogor menuju Gunung Geulis, lanjut ke Cisarua dan kembali lagi ke Bogor. Jarak tempuh rute tesebut terukur 58 km. Dilakukan 2 kali pengetesan dengan rute yang sama. Hasilnya, didapat konsumsi BBM untuk jarak segitu setelah upgrade beberapa part tadi, 1,92 liter. Artinya per liter dapat menempuh jarak 30,2 km. Sementara dengan kondisi standar, 1 liternya hanya bisa menempuh 26,36 km. Lumayan kan lebih jauh 3,84 km? “Emang terasa lebih irit, karena saya merasakan tarikan bawah menengah itu lebih kuat tanpa harus buka gas dalam. Sebulan cuma habis Rp 100 ribu saja buat isi bensin. Itu untuk pemakaian dari rumah ke kantor sejauh 14 km PP,” aku Robi yang punya berat badan 100 kg.

Tabloid Motor Plus dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI