Yamaha F1ZR 2003, yang hot di putaran tinggi

Tabloid Motor Plus - Edisi 918
19 Oktober 2016

Tabloid Motor Plus - Edisi 918

Di event fun race kelas motor 2-tak di sirkuit Karting Sentul, Bogor beberapa waktu lalu, tim Emmsa Armost Akons Trans borong banyak piala lewat Yamaha F1Z-R.

Motor Plus
Di event fun race kelas motor 2-tak di sirkuit Karting Sentul, Bogor beberapa waktu lalu, tim Emmsa Armost Akons Trans borong banyak piala lewat Yamaha F1Z-R. Meski berlaga di event balap senang-senang, namun best lapnya terbilang fantastis untuk motor fun race. Hendra Axo yang didaulat ngegas, mampu catatkan waktu 1 menit 0,524 detik. Padahal cuma aplikasi piston oversize 200. Namun performa Hera, panggilan F1Z-R ini, terasa hot di putaran tinggi. Prestasi ini sekaligus pecahkan rekor sebelumnya yang pernah dapat 1 menit 13 detik. Tapi, saat itu masih pakai piston standar. Artinya, mampu dipangkas 13 detik tuh.

Pengin tau ubahan apa saja yang dilakukan di motor ini. Teguh PISTON. Kapasitas silinder sedikit diperbesar, menggunakan piston oversize 200 (54 mm) berlabel Trim. Kalau disandingkan stroke standar (52 mm), volume silinder jadi 119 cc atau dibulatkan jadi 120 cc. “Ini bikin tenaga motor nambah banyak, biar bisa ngelawan Satria 2-tak,” jelas Rusli Wazick, mekanik bengkel Emmsa Armost Akons Trans di wilayah Rajeg, Cibinong, Jawa Barat. Kompresi. Untuk mengakali torsi yang kurang nendang di putaran bawah, kompresi dibuat cukup tinggi, dengan angka perbandingan 7,9 : 1. “Kompresi segitu didapat setelah head dipapas 3 mm. Lalu sudut squish dibuat ulang jadi 15º. Minumnya dicekokin bahan bakar kapal capung alias bensol, hehe..,” canda mekanik yang mengaku terkeren se-Cibinong ini.

Karbirator & Final Gir. Buat menyuplai kebutuhan bensol, sang mekanik tetap andalkan karburator standar. Namun diameter venturinya direamer lagi jadi 22 mm, serta moncong karbu yang kayak velocity dihilangkan sebagian. Jarum skepnya comot punya Mikuni TM 24 Sudco dengan nomor jarum 5N13. Sementara perpaduan pilot jet dan main jetnya pakai ukuran 22,5/210. “Untuk trek sentul kecil, final gir pakai 14/46. Setingan ini juga berkat masukan dari joki. Itu dilakukan dalam kondisi diam dan digeber di trek,” tutup Wazick yang mengaku banyak borong piala di kelas bebek 2-tak tune up open.

Tabloid Motor Plus dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI