Jelang MotoGP Motegi Marquez bisa menjauh?

Tabloid Motor Plus - Edisi 919
19 Oktober 2016

Tabloid Motor Plus - Edisi 919

Sejatinya, Marc Marquez belum pernah mencicipi podium tertinggi sirkuit Motegi, Jepang di kelas MotoGP. Prestasi terbaiknya di sirkuit milik Honda ini hanya podium dua (2013, 2014).

Motor Plus
Sejatinya, Marc Marquez belum pernah mencicipi podium tertinggi sirkuit Motegi, Jepang di kelas MotoGP. Prestasi terbaiknya di sirkuit milik Honda ini hanya podium dua (2013, 2014). Jadi, agak sulit juga jika dirinya ingin mengunci gelar Juara Dunia MotoGP 2016 di markas pabrikan Sayap Tunggal itu. Dengan selisih 52 poin antara Marquez dan Valentino Rossi, setidaknya ia butuh selisih 24 poin agar bisa memastikan juara dunia. Mencapai poin itu, tentu sulit. Kecuali, Rossi tidak finish dan dirinya juara pertama di race yang bakal berlangsung 16 Oktober nanti. Tetapi, lagi-lagi sepertinya itu hal yang sulit. Dibeberapa seri terakhir, Rossi konsisten berada di podium.

Namun setidaknya, seri Motegi tetap bisa digunakan pembalap 23 tahun itu agar menjauh dari kejaran The Doctor. Sebab sirkuit sepanjang 4,8 km yang memiliki 14 tikungan itu, juga bukan sirkuit yang ‘ramah’ untuk Rossi dalam 7 tahun silam. Terakhir Rossi juara pertama di MotoGP Motegi, tahun 2008. Sementara, prestasi terbaik Rossi hanya dalam dua tahun terakhir ini saja yaitu podium tiga di 2014 dan podium dua di 2015. Jadi, Marquez punya kesempatan untuk menjauh dari Rossi.

Meski begitu, Motegi yang hanya berjarak 100 km dari Tokyo, merupakan sirkuit dimana Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa bisa tampil maksimal. Dalam lima tahun terakhir, Pedrosa mencatatkan tiga kali juara pertama (2011, 2012, 2015) di sirkuit yang dibangun tahun 1997 itu. Sedangkan Lorenzo, raih dua kali juara pertama (2013,2014). Itu artinya, peluang Rossi ataupun Marquez untuk tampil bagus di seri Motegi ini, akan cukup sulit. Keduanya kudu bertarung ekstra maksimal dengan Pedrosa dan Lorenzo. Namun seperti seri-seri sebelumnya, cukup sulit memastikan siapa yang bakal jadi juara seri Motegi ini. Setidaknya, pembalap yang mampu lebih cepat beradaptasi dengan sirkuit, ban dan bahkan dengan cuaca lah yang berpeluang juara.

Tabloid Motor Plus dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI