Seri XVI moto2, Phillip Island, Australia ancaman serius Luthi

Tabloid Motor Plus - Edisi 921
26 Oktober 2016

Tabloid Motor Plus - Edisi 921

Rider senior kelas Moto2 Tom Luthi tengah on fire di lima seri terakhir. Rider 30 tahun tersebut berhasil meraih tiga kemenangan, termasuk yang ia raih di Sirkuit Phillip Island, Australia (23/10).

Motor Plus
Rider senior kelas Moto2 Tom Luthi tengah on fire di lima seri terakhir. Rider 30 tahun tersebut berhasil meraih tiga kemenangan, termasuk yang ia raih di Sirkuit Phillip Island, Australia (23/10). Kemenangan di Phillip Island sekaligus menjadi kemenangan kedua secara beruntun Luthi setelah menjadi pemenang di Jepang pekan lalu. Musim ini, total ia meraih empat kemenangan dan kini menyodok ke posisi kedua klasemen sementara menggeser Alex Rins yang kembali gagal menyelesaikan balapan. Luthi bahkan menjadi pemenang di Ostrali dengan Moto3 seri XVI, Phillip Island, Autralia (23/10) selesai dengan Brad Binder keluar sebagai sang raja kelas seperempat liter ini. Ini merupakan kemenangan ke enam sepanjang musim 2016 yang bisa diraih oleh pembalap Red Bull KTM Ajo. Bila dilihat dari sejarah, Binder berhasil membukukan podium pertama di Spanyol, Prancis, Italia, Inggris, Spanyol dan Australia.

Kemenangan ke enam Binder ini, diwarnai red flag di race pertama lap ke enam. Pasalnya, cara yang terbilang fantastis. Ia berhasil memanfaatkan curi angin atau slipstreaming tepat di lintasan lurus start/finish untuk mencuri posisi pertama dari Franco Morbidelli. Kemenangan ini sekaligus membuatnya masuk menjadi kandidat juara dunia setelah Zarco hanya mampu finish di urutan ke- 12. Jawara kelas 125 cc musim 2005 tersebut kini hanya terpaut 22 angka dari Zarco yang masih menguasai posisi pucuk klasemen. Apalagi, masih ada dua seri tersisa. Luthi mendadak jadi penantang gelar juara dunia Moto2 musim ini setelah dua rivalnya Rins dan Sam Lowes gagal mendulang satupun poin di dua balapan terakhir.

“Rasanya fantastis bisa menang dua kali beruntun untuk pertama kalinya. Saya memang tidak ingin mengambil banyak resiko sepanjang balapan dan memilih menyerang Morbidelli tepat di tikungan terakhir. Dan, saya akan tetap fokus di dua balapan tersisa,” terangnya. Pimpinan klasemen sementara, Johann Zarco, mengaku hasil di Phillip Island sudah diprediksi sebelumnya.

Tabloid Motor Plus dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI