MotoGP seri XVII, Sepang-Malaysia cuaca tak menentu bikin bingung

Tabloid Motor Plus - Edisi 922
2 November 2016

Tabloid Motor Plus - Edisi 922

Cuaca di sirkuit Sepang, Malaysia, Minggu 30 Oktober 2016 bikin bingung.

Motor Plus
Cuaca di sirkuit Sepang, Malaysia, Minggu 30 Oktober 2016 bikin bingung. Itu yang MOTOR Plus rasakan sendiri ketika menghadiri gelaran MotoGP seri XVII atas undangan PT Astra Honda Motor (AHM) di litar sepanjang 5,5 km itu. Mantapnya, Em-Plus berlaku macam bikers dari negara lain yang datang ke Sepang dengan riding moge. Yap! Em-Plus dan 60 rider yang tergabung dalam event bertajuk Honda Asian Journey pun riding beragam line up lengkap pacuan moge Honda dari Thailand menuju Malaysia untuk menonton gelaran balap kasta tertinggi di dunia ini.

Lanjut! Dibilang cuaca bikin bingung, lantaran benar tak me-nentu. Ketika sesi warm up, para rider MotoGP dimanja dengan panas terik. Meski suhu udara bermain di kisaran 27 derajat Celcius, tetapi suhu permukaan trek bisa 32 derajat Celcius. Seting pacuan yang sejatinya menyesuaikan sesi kualifikasi dengan kondisi lintasan basah alias wet race, berganti kering. Maverick Vinales dari Suzuki tampil yang tercepat. Itu yang Em-Plus lihat langsung ketika berada di paddock Marc Marquez yang racer tim Repsol Honda. Dari pacuan yang disiapkan, mengusung ban slick alias kering dan juga rem karbon.

“Sulit untuk menentukan apakah balap akan berlangsung hujan atau tidak. Tetapi kemungkinan hujan terjadi,” ungkap Shuhei Nakamoto selaku Vice President HRC ketika ditanyakan Em-Plus setelah sesi warm up. Benar saja! Ketika Moto3 dipentas cuaca masih sangat terik! Namun, setelah race kelas 250 cc itu berakhir, hujan deras pun langsung mengguyur. Akhirnya Moto2 harus berlangsung dalam kondisi wet race, meski hujan tak lagi mengguyur. Setelah podium Moto2 berlangsung, hujan kembali mengguyur deras! Lintasan yang sudah mulai mengering, kembali basah. Start MotoGP pun harus ditunda 15 menit dari jadwal seharusnya. “Kemungkinan trek untuk mengering bisa sangat sulit jika sudah terguyur hujan.

Tabloid Motor Plus dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI