Kejurnas sport 250 cc surat sakti bikin keki

Tabloid Motor Plus - Edisi 923
10 November 2016

Tabloid Motor Plus - Edisi 923

Surat sakti bikin keki. Di final kejurnas balap motor sport kelas 250 cc tahun 2016 ini, juga sempat geger karena ulah si ‘surat sakti’. Surat sakti tersebut berisi himbauan yang mewajibkan para peserta menggunakan ban tertentu untuk bisa balapan.

Motor Plus
Surat sakti bikin keki. Di final kejurnas balap motor sport kelas 250 cc tahun 2016 ini, juga sempat geger karena ulah si ‘surat sakti’. Surat sakti tersebut berisi himbauan yang mewajibkan para peserta menggunakan ban tertentu untuk bisa balapan. Ban yang dimaksud adalah karet bundar merek Dunlop, tipe Sportmax Alpha GP dengan ukuran depan 110/70-17, dan belakang 150/60-17. Tentunya, promotor punya alasan sendiri mengapa tiba-tiba mengubah regulasi teknik yang sontak saja membuat gempar tim. Bahkan, bukan hanya pembalap yang ‘treak’ tetapi mekanik dan kru tim juga ikutan ‘koar-koar’ karena kebijakan ini.

“Inti dari keputusan one make tyre adalah kehematan, kesetaraan dan keadilan. Selama ini, kelas sport 250 cc untuk ban regulasinya kita bebaskan. Memang ‘terlihat’ kencang di Sentul, namun ketika pembalap kita ingin berlaga ke negara lain bagaimana?” Sebut Dyan Dilato, Biro Teknik/ Safety Sepeda Motor PP IMI kepada MOTORPLUS. Pria yang tiap balapan rajin ngider naik safety car hybrid untuk cek kondisi trek ini juga bilang, “Kiblat yang dituju adalah balap Asia (ARRC,red) yang pakai ban Dunlop. Maksud dari aturan ini, agar pembalap Indonesia makin terbiasa pakai ban standar balap asia. Buat apa kencang di dalam negeri, tapi melempem diluar,” tambah Dyan sapaan akrab Dyan Dilato.

Namun, aturan surat sakti tersebut cukup merepotkan bagi tim yang berlaga di kelas ini. “Masalahnya, kok baru seri terakhir ini disosialisasikan? Meski mendapatkannya kini murah dan mudah, tapi kan susah cari setting motor yang pas lagi. Kalau dari awal seri, mungkin tidak masalah,” tukas Angga Kurniawan, owner dari tim Anjany Racing yang enggak habis pikir terhadap keluarnya aturan teknik seperti ini. “Ban ini karakternya juga beda banget sama Pirelli yang biasa dipakai. Enggak bisa asal gaspol, buat melibas tikungan misalnya. Kalau Pirelli, bisa aja sambil gas mendadak, nah kalau Dunlop ini bawanya harus smooth,”

Tabloid Motor Plus dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI