MotoGP seri XVIII, Valencia, Spanyol ukiran manis Jorge Lorenzo

Tabloid Motor Plus - Edisi 924
17 November 2016

Tabloid Motor Plus - Edisi 924

Jorge Lorenzo menutup karirnya bersama Yamaha dengan catatan manis di seri terakhir MotoGP yang berlangsung di sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol, Minggu lalu (14/11).

Motor Plus
Jorge Lorenzo menutup karirnya bersama Yamaha dengan catatan manis di seri terakhir MotoGP yang berlangsung di sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol, Minggu lalu (14/11). Sejak lepas start, Lorenzo melaju mulus tidak terkejar oleh para rivalnya. Ini gaya khas Spartan julukan Lorenzo yang punya sifat gagah berani, tangguh, percaya diri dan punya disiplin ketat.

Bukan hal yang mudah bisa mempertahankan ritme balap sepanjang 30 lap. Lorenzo salah satu pembalap yang ahli soal begituan. Eh, maksudnya soal konsistensi loh. Coba lirik analisis race kemarin. Catatan waktu Lorenzo konsisten di 1 menit 31 detik. Cuma di lap 28 dan 30 catatan waktunya melorot jadi 1 menit 32 detik. Itupun karena kondisi ban belakangnya mulai rusak. “Sejak pertengahan lomba kondisi sisi kiri ban belakang mulai rusak. Saya coba berkendara sehalus mungkin untuk mengurangi slide di roda belakang. Khususnya di tikungan terakhir karena motor terus melebar. Masalah ini yang membuat catatan waktu saya sedikit melambat,” ucap Lorenzo yang sudah 9 tahun bersama Yamaha.

Faktanya, selama tampil di MotoGP Lorenzo memang sangat kuat di Valencia. Dari 9 kali penampilan, Lorenzo meraih 4 kemenangan, 1 kali podium 3, 1 kali posisi 8 (Tahun pertamanya di MotoGP), 2 kali gagal finish dan 1 kali absen karena cedera. Mayoritas, JL99 selalu menjadi yang tercepat jika tidak terjatuh saat tampil di sirkuit ini. Marc Marquez menjadi salah satu pembalap yang dikhawatirkan Lorenzo di sirkuit ini. Tapi, Lorenzo merasa beruntung karena Marquez sempat tertahan di lap awal. “Beruntung saya mulus dan Marquez tertahan ketika start. Kalau tidak, akan sangat sulit memenangkan race ini. Sebab, Marquez lebih cepat dari saya di lap-lap akhir,” papar Lorenzo. “Start yang buruk adalah kesalahan besar di seri kali ini. Saya tidak tahu mengapa kopling banyak slip ketika start. Saya terus menunggu power mesin kembali.

Tabloid Motor Plus dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI