Yamaha Xabre 2016, sakit hati bukan karena putus cinta

Tabloid Motor Plus - Edisi 955
19 Juni 2017

Tabloid Motor Plus - Edisi 955

Dibalik modifikasi Xabre ini, ada cerita sakit hatinya. / Foto : Wawa

Motor Plus
Aneh meilihat Yamaha Xabre dikustom jadi street tracker? Enggak juga. Dibalik modifikasi Xabre ini, ada cerita sakit hatinya nih. Tapi, bukan karena diputusin pacar dan ditinggal nikah. “Kalau dijual ditawar murah, sakit hati! Mending dimodifikasi jadi street tracker,” tukas Panji Kusuma Yudo, owner Kustomotion.

Susah untuk bikin sasis deltabox, jadi terlihat klasik dengan tampilan street tracker. Makanya, mainframe masih dipertahankan, hanya subframe saja yang dipotong habis. “Subframe dibuat ulang dari pipa 3/4 dan 1/2 inci. Lumayan panjang, dari depan ke belakang sekitar 120 cm,” ujar Panji yang buka workshop di Jl.

Gebang Sari No. 44, Cipayung, Jakarta Timur. Baju plastik milik Xabre, sudah ditanggalkan semua. Sekarang, sudah berganti jadi plat galvanis. “Bahan galvanis tebalnya 2 mm, untuk tangki, sepatbor depan-belakang dan cover aki,” detailnya. Untuk finishing touch, sekujur tubuh Xabre dicat Duppont nuansa grafis emas

Pendukung tampilan classic, Panji menyematkan side bag terbuat dari kulit sapi bikinan Kustomotion. Ditambah memberikan kesan motor dual purpose, di bagian lampu depan diberi grill. Kaki-kaki, pemilihan karet bundar aplikasi model turing dari Zeneos.

Tabloid Motor Plus dapat dibaca di aplikasi smartphone & tablet Android.

Baca selengkapnya di edisi ini

Selengkapnya    Beli
DARI EDISI INI